Pegadaian Syariah Sosialisasikan Investasi Emas kepada ASN Kanwil Kemenag Papua

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA, Papuaterdepan.com — Pegadaian Syariah melalui Customer Relationship Officer (CRO) CPS Ampera, Shanaz Andriza, memberikan sosialisasi literasi keuangan dan investasi emas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua. Kegiatan berlangsung di Aula Sasana Krida, Jayapura, Senin (19/1/2026).

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman ASN mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang, khususnya melalui instrumen investasi emas yang dinilai stabil serta relatif tahan terhadap inflasi.

Dalam pemaparannya, Shanaz menjelaskan bahwa perencanaan keuangan ideal setidaknya mencakup tiga pos utama, yakni dana kebutuhan mendesak (rainy day fund), dana darurat (emergency fund), dan investasi. Dana darurat, menurut dia, idealnya disiapkan sebesar tiga hingga enam kali biaya hidup bulanan guna menjaga stabilitas keuangan saat menghadapi kondisi tak terduga.

“Investasi menjadi penting karena masa produktif manusia terbatas. Jika rata-rata mulai bekerja pada usia 20 tahun dan pensiun di usia 58–60 tahun, maka masa produktif hanya sekitar 38 tahun. Pertanyaannya, apakah cukup hanya mengandalkan gaji?” ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Akuntabilitas, Kemenag Papua Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan I 2026

Shanaz membandingkan sejumlah instrumen investasi seperti kripto, saham, valuta asing, reksa dana, obligasi, hingga tabungan. Dari berbagai pilihan tersebut, emas dinilai sebagai instrumen yang relatif aman karena memiliki risiko rendah, likuid, serta mampu melindungi nilai aset dari inflasi.

Ia mencontohkan fenomena inflasi melalui kenaikan harga kebutuhan pokok dari waktu ke waktu. “Dulu bakso Rp5.000 masih dapat satu mangkuk penuh, sekarang bisa mencapai Rp25.000. Nilai uang turun, tapi emas justru naik,” katanya.

Menurut dia, harga emas dalam jangka panjang cenderung meningkat signifikan. Jika pada awal 2000-an harga emas masih berkisar Rp300.000 per gram, kini telah melampaui Rp2,6 juta per gram. Kondisi tersebut menjadikan emas relevan sebagai instrumen investasi sekaligus dana darurat karena mudah dijual atau digadaikan.

Baca Juga :  Kemenag Papua Percepat Pengembangan Infrastruktur Madrasah, Proyek Keerom dan Merauke Mulai Dikerjakan

Lebih lanjut, Shanaz memaparkan sejumlah produk emas yang ditawarkan Pegadaian Syariah, seperti Tabungan Emas dan Cicil Emas. Melalui skema cicil emas, nasabah dapat mengunci harga emas saat ini dan membayarnya secara bertahap sehingga tidak terdampak kenaikan harga di masa mendatang.

Ia juga menjelaskan perbedaan merek emas yang tersedia, antara lain ANTAM, Galeri 24, UBS, dan Lotus Archi. ANTAM memiliki keunggulan sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) yang diakui secara internasional, sementara merek lainnya berlaku secara nasional. Meski demikian, seluruhnya memiliki kadar kemurnian 24 karat.

Melalui sosialisasi ini, ASN Kanwil Kemenag Papua diharapkan semakin sadar akan pentingnya literasi keuangan serta mampu mengambil keputusan investasi yang bijak demi perencanaan masa depan yang lebih terjamin.(Rilis)

Berita Terkait

Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua
Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis
Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027
Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik
Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif
Rakerda LPTQ Papua Sepakati Arah Baru Pembinaan Qurani dan Penguatan Kelembagaan
MTQ Papua Perkuat Peran Syarhil Al-Qur’an sebagai Media Dakwah Generasi Muda
BMP RI: Kasus Pembakaran Pesawat di Yahukimo Harus Diusut Hingga Tuntas

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 06:44 WIB

Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:21 WIB

Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:09 WIB

Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:32 WIB

Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:16 WIB

Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya