Pembimas Buddha Ajak ASN Kemenag Papua Jaga Disiplin dan Netralitas Jelang PSU

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

papuaterdepan.com,Jayapura — Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Sarono, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai honorer di lingkungan Kanwil untuk meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, serta menjaga netralitas menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada, 6 Agustus 2025.

Ajakan tersebut disampaikan Sarono saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Wilayah Kemenag Papua, Senin (4/8), yang diikuti oleh pejabat administrator, kepala bidang, ketua tim, ASN, serta pegawai honorer.

“Dalam catatan kami, tingkat kehadiran mencapai 95 persen. Ini menunjukkan adanya kesadaran, namun apel adalah tanggung jawab ASN dan honorer sebagai bagian dari disiplin kerja,” kata Sarono.

Baca Juga :  Kemenag Papua Fokus Perkuat Akuntabilitas Kinerja Lewat PMP-ZI

Ia mengingatkan pentingnya pelaporan kehadiran secara jujur dan tepat waktu melalui aplikasi presensi daring agar tidak menghambat proses pencairan tunjangan kinerja dan hak-hak lainnya.

Sarono juga mendorong tertib administrasi dalam pengajuan surat tugas, keterlambatan, atau izin tidak hadir, serta menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kerja.

Terkait PSU, Sarono menegaskan agar ASN tetap netral dan tidak terlibat politik praktis, termasuk dalam aktivitas media sosial yang dinilai dapat mencoreng integritas pegawai.

Baca Juga :  Kemenag Papua Tegaskan Peran Strategis Prakom dalam Membangun Zona Integritas

“Jangan sampai jempol kita merusak citra Kemenag. Aktivitas medsos ASN saat ini juga menjadi perhatian pimpinan pusat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingkat kehadiran pegawai honorer yang dinilainya masih rendah. Sarono meminta honorer yang tidak lolos seleksi PPPK dan telah mendapat penempatan di luar Papua agar segera mengajukan pengunduran diri sebelum terbitnya SK.

“Ini penting agar tidak masuk daftar hitam pada seleksi berikutnya,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Sarono mengajak seluruh pegawai untuk menjaga integritas, loyalitas, dan semangat pengabdian kepada umat.

“Jadikan Kemenag tempat pengabdian terbaik kita,” tutupnya.(Rilis)

Berita Terkait

Kajati Papua Rotasi Aspidsus hingga Kajari, Fokus Perkuat Penegakan Hukum di Papua
Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo
Dari Papan Catur Menuju Prestasi, KOGERCEP Siapkan Atlet Muda Papua
100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI
Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia
Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Matangkan Persiapan untuk 100 Ribu Peserta di Monas
Kemenag Papua Dorong Umat Beragama Jadikan Doa sebagai Energi Persatuan Bangsa
Umat Buddha Papua Gelar Doa Serentak untuk Bangsa, Kemenag Ajak Perkuat Semangat Kebangsaan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Kajati Papua Rotasi Aspidsus hingga Kajari, Fokus Perkuat Penegakan Hukum di Papua

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, KOGERCEP Siapkan Atlet Muda Papua

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:16 WIB

100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:07 WIB

Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya