papuaterdepan.com,Jayapura — Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Sarono, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai honorer di lingkungan Kanwil untuk meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, serta menjaga netralitas menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada, 6 Agustus 2025.
Ajakan tersebut disampaikan Sarono saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Wilayah Kemenag Papua, Senin (4/8), yang diikuti oleh pejabat administrator, kepala bidang, ketua tim, ASN, serta pegawai honorer.
“Dalam catatan kami, tingkat kehadiran mencapai 95 persen. Ini menunjukkan adanya kesadaran, namun apel adalah tanggung jawab ASN dan honorer sebagai bagian dari disiplin kerja,” kata Sarono.
Ia mengingatkan pentingnya pelaporan kehadiran secara jujur dan tepat waktu melalui aplikasi presensi daring agar tidak menghambat proses pencairan tunjangan kinerja dan hak-hak lainnya.
Sarono juga mendorong tertib administrasi dalam pengajuan surat tugas, keterlambatan, atau izin tidak hadir, serta menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kerja.
Terkait PSU, Sarono menegaskan agar ASN tetap netral dan tidak terlibat politik praktis, termasuk dalam aktivitas media sosial yang dinilai dapat mencoreng integritas pegawai.
“Jangan sampai jempol kita merusak citra Kemenag. Aktivitas medsos ASN saat ini juga menjadi perhatian pimpinan pusat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingkat kehadiran pegawai honorer yang dinilainya masih rendah. Sarono meminta honorer yang tidak lolos seleksi PPPK dan telah mendapat penempatan di luar Papua agar segera mengajukan pengunduran diri sebelum terbitnya SK.
“Ini penting agar tidak masuk daftar hitam pada seleksi berikutnya,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Sarono mengajak seluruh pegawai untuk menjaga integritas, loyalitas, dan semangat pengabdian kepada umat.
“Jadikan Kemenag tempat pengabdian terbaik kita,” tutupnya.(Rilis)









