Papuaterdepancom, Jayapura – Sebanyak 40 siswa dari 20 sekolah dasar di Kota Jayapura mengikuti pelatihan dokter kecil yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Papua pada 16–17 Juni 2025 di Aula Kemenag Kota Jayapura. Kegiatan ini didukung Pemerintah Kota Jayapura dan bertujuan membentuk kader kesehatan sekolah melalui program “Anak Indonesia Sehat”.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu pemerintah Kota Jayapura karena sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Jayapura. Anak-anak ini dilatih agar menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan hidup sehat kepada teman-temannya,” kata Awarawi, Asisten III Sekretaris Daerah Kota Jayapura, usai membuka kegiatan, Senin, 16 Juni 2025.
Menurut Awarawi, pelatihan tersebut tidak hanya membentuk kedisiplinan anak sejak dini, tetapi juga bisa memunculkan cita-cita baru. “Harapan kami, dari pelatihan ini kelak akan lahir dokter-dokter sungguhan. Dasarnya sudah dibentuk hari ini,” ujarnya.
Koordinator LKC Dompet Dhuafa Papua, Tumijan, menjelaskan bahwa program ini menitikberatkan pada penguatan empat pilar kesehatan, yaitu perilaku hidup bersih dan sehat, kesehatan umum, gizi seimbang, serta kesehatan gigi dan mulut. Para peserta juga dibekali edukasi bahaya penyalahgunaan obat oleh BNN Provinsi Papua, serta pengenalan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan dasar pertolongan pertama.
“Anak-anak ini kami latih sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan di sekolah. Mereka bisa memberikan respons awal jika ada kejadian seperti teman jatuh atau pingsan, apalagi ketika guru tidak berada di tempat,” kata Tumijan.
Dompet Dhuafa Papua juga melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan siswa setelah pelatihan. “Kami melakukan evaluasi berkala dan survei dampak untuk mengukur perubahan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah,” tambahnya.









