JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Pemerintah Kota Jayapura meminta jamaah yang telah menunaikan ibadah umrah menjadikan pengalaman selama berada di Tanah Suci sebagai bekal untuk memperbaiki kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Jayapura dalam kegiatan penyambutan jamaah umrah di Ruang Rapat Wali Kota Jayapura, Rabu (12/8/2026). Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura, Ani Matdoan, S.Ag., MM., turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wali Kota menekankan bahwa perjalanan umrah seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai keberangkatan dan kepulangan dari Tanah Suci. Lebih dari itu, ibadah tersebut diharapkan melahirkan perubahan dalam sikap, perilaku, kualitas ibadah dan kehidupan sosial jamaah.
Menurutnya, berbagai pengalaman dan nilai keagamaan yang diperoleh selama berada di Tanah Suci perlu dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Setelah pergi dan kembali dari Tanah Suci, diharapkan ada perubahan dalam kehidupan. Apa yang dilihat, disampaikan, dan didapatkan selama berada di sana hendaknya menjadi bagian dari kehidupan kita,” pesan Wali Kota.
Ia berharap jamaah mampu mempertahankan suasana spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah. Perubahan tersebut tidak hanya tercermin dalam hubungan seseorang dengan Tuhan, tetapi juga dalam kehidupan keluarga serta cara berinteraksi dengan masyarakat.
Pemerintah Kota Jayapura menyatakan program perjalanan keagamaan akan tetap mendapat perhatian. Program umrah yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya direncanakan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kemampuan dan kondisi anggaran daerah.
Selain umrah, pemerintah juga menyiapkan program perjalanan keagamaan lainnya sebagai bagian dari perhatian terhadap penguatan kehidupan spiritual masyarakat.
Di sisi lain, Wali Kota mengingatkan masyarakat agar semangat keagamaan dan kebersamaan juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, warga Kota Jayapura diajak menjaga kebersihan lingkungan dan memasang bendera Merah Putih di rumah masing-masing.
Menurut Wali Kota, membangun kota tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, keamanan dan ketertiban.
Masyarakat juga diingatkan untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Perbedaan pendapat dinilai sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu disikapi dengan bijaksana agar kerukunan tetap terpelihara.
Bagi Kemenag Kota Jayapura, kehadiran dalam penyambutan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.
Pesan yang disampaikan pemerintah diharapkan dapat memperkuat makna perjalanan umrah, sehingga ibadah yang telah dilaksanakan tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, tetapi tercermin melalui perubahan positif dalam kehidupan jamaah setelah kembali ke Kota Jayapura.(Rilis)









