Pesan Bimas Katolik Papua: Hadirkan Energi Positif di Tempat Kerja

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com — Ibadah rutin Oikumene di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua kembali menjadi oase refleksi spiritual bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bertempat di Aula Sasana Krida Kanwil Kemenag Papua pada Senin (2/2/2026), persekutuan ibadah kali ini secara khusus menyoroti pentingnya peran umat beriman—terutama para abdi negara—sebagai penyalur berkat dan rahmat bagi sesama manusia.

Bertindak sebagai pelayan firman, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Kabid Bimas) Katolik Kanwil Kemenag Papua, Fransiskus Xaverius Lesomar, mengajak seluruh peserta ibadah untuk menggali kembali esensi panggilan iman mereka. Panggilan tersebut, kata Fransiskus, tidak hanya berlaku di tempat ibadah, tetapi harus dibumikan di lingkungan kerja dan di tengah masyarakat.

Kehadiran yang Membangun Suasana
Dalam renungannya, Fransiskus menekankan bahwa keterbukaan hati untuk menjadi saluran kebaikan adalah sebuah tanggung jawab moral yang harus dipegang teguh oleh setiap ASN Kemenag.

Baca Juga :  HAB ke-80 Kemenag, Gubernur Papua Soroti Peran Strategis Kerukunan Umat

“Inti dari bacaan yang kita refleksikan adalah bahwa setiap orang dipanggil untuk menjadi penyalur berkat dan rahmat bagi sesama. Keterbukaan dan tanggung jawab untuk terus menjadi saluran kebaikan itu harus kita pegang,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar setiap individu mengevaluasi dampak kehadiran mereka di lingkungan sekitar. Kehadiran seorang yang beriman sejatinya harus menghadirkan suasana yang membangun dan suportif.

Melalui sikap dan tindakan nyata yang positif di tempat kerja, orang lain akan dapat merasakan dan memuliakan kebaikan Tuhan.

“Jangan sampai kehadiran kita justru menciptakan suasana yang kurang baik (negatif). Sebaliknya, kehadiran kita harus memberi energi positif, agar orang lain melihat bahwa kebaikan Allah sungguh nyata melalui diri kita,” tegas Fransiskus.

Baca Juga :  Raut Wajah Bahagia 393 Jamaah Haji tiba di Madinah

Iman yang Berdampak Luas
Menutup renungannya, Fransiskus menyampaikan bahwa iman tidak boleh berhenti sebatas pada pengakuan di lisan saja. Iman membutuhkan keteguhan, ketekunan, dan aksi nyata untuk terus dihidupi setiap hari.

Menurutnya, iman yang dihidupi dengan sungguh-sungguh tidak hanya akan mendatangkan kedamaian bagi diri sendiri, tetapi juga akan memancarkan pengaruh yang luas bagi kesejahteraan sesama.

“Ketika kita melaksanakan apa yang diamanatkan Tuhan, iman itu akan berdampak luas. Bukan hanya bagi kita sendiri, tetapi juga bagi orang lain di sekitar kita,” pungkasnya.

Berita Terkait

Duka Yahukimo, Tokoh Adat Keerom Serukan Papua Tetap Damai
MyPertamina Futsal Competition 2026, Panggung Anak Papua Mengejar Mimpi
Perang Melawan Korupsi Dana Desa, Kejari Jayawijaya Kejar Aset Terpidana di Lima Daerah
Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua
Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis
Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027
Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik
Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:42 WIB

Duka Yahukimo, Tokoh Adat Keerom Serukan Papua Tetap Damai

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:31 WIB

MyPertamina Futsal Competition 2026, Panggung Anak Papua Mengejar Mimpi

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:44 WIB

Perang Melawan Korupsi Dana Desa, Kejari Jayawijaya Kejar Aset Terpidana di Lima Daerah

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:21 WIB

Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:09 WIB

Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027

Berita Terbaru

tokoh adat Kabupaten Keerom, Herman Yoku, S.IP.,.

Kriminal

Duka Yahukimo, Tokoh Adat Keerom Serukan Papua Tetap Damai

Minggu, 26 Jul 2026 - 11:42 WIB

Jangan Copy Ya