Ratusan Tahun Mendidik Bangsa, Menag Minta Semua Pihak Jaga Marwah Pesantren

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,Papuaterdepan.com– Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga martabat (marwah) pondok pesantren dan menghentikan segala bentuk narasi yang cenderung memberikan stigma negatif. Penegasan ini disampaikan Menag setelah menyoroti peran sentral pesantren yang telah berabad-abad menjadi tiang peradaban dan sejarah bangsa Indonesia.

Menag Nasaruddin menegaskan, pesantren adalah benteng moral bangsa yang telah melahirkan generasi ulama, pemimpin, dan tokoh nasional. Ia mengajak masyarakat untuk melihat dan memahami pesantren secara utuh dan kultural.

“Saya merasa sangat kaget dan prihatin dengan pemberitaan yang menempatkan pesantren secara negatif. Sekian ratus tahun pondok pesantren berkiprah mendidik manusia Indonesia agar menjadi masyarakat yang beradab, hingga mengkristal dalam nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujar Menag di Jakarta, Selasa (15/10/2025).

Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, melainkan pusat pembentukan moral, karakter, dan kemanusiaan. “Mari bersama menjaga marwahnya,” sambungnya.

Respons Atas Tayangan Kontroversial

Baca Juga :  Hadiri Pertemuan Tahunan BI, Plt Kabag TU: Kemenag Papua Mitra Strategis Penggerak Ekonomi

Pernyataan Menag tersebut merupakan respons atas kritik luas yang muncul setelah tayangan salah satu program Trans Media dinilai menyinggung kehidupan santri. Tayangan tersebut memuat narasi satir, salah satunya menyebut “santri minum susu saja harus jongkok,” yang dianggap melecehkan tradisi kesantunan pesantren.

Potongan tayangan itu memicu gelombang protes dari masyarakat dan komunitas pesantren, termasuk dari Pondok Pesantren Lirboyo, yang menuntut penarikan tayangan, permintaan maaf terbuka, dan klarifikasi langsung kepada para kiai. Pihak Trans Media sendiri telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan kepada para kiai Pesantren Lirboyo.

Menanggapi hal tersebut, Menag menyoroti tradisi memaafkan yang kuat dalam budaya pesantren. “Ya, saya kira itu yang sangat penting buat kita. Mudah-mudahan ini pembelajaran buat kita semuanya,” ungkapnya, menyatakan keyakinan bahwa para kiai dan santri akan memaafkan.

Pesantren: Pusat Keadaban Sosial

Menag juga menuturkan bahwa jasa pondok pesantren bagi negeri tidak dapat disepelekan. Sejak ratusan tahun lalu, pesantren berperan besar dalam membentuk masyarakat Indonesia yang santun, taat, dan beradab. Bahkan, saat ini ia melihat adanya peningkatan tajam kepercayaan masyarakat.

Baca Juga :  Kemenag Gelar Forum Internasional di 4 UIN, Bahas Peran Strategis Prabowo untuk Gaza

“Kalau mata hati kita melihat, apa yang terjadi di pondok pesantren sekarang ini justru hal yang berkebalikan dari citra negatif. Ada peningkatan yang sangat tajam, orang memasukkan anaknya ke pondok pesantren,” sebutnya.

Ia menambahkan, tradisi pesantren mengajarkan kesantunan murid kepada kiai, yang menjadi cikal bakal budaya hormat anak kepada orang tua, dan berimbas pada rakyat yang berbakti kepada pemimpinnya.

“Suasana kebatinan seperti inilah yang dibentuk oleh pondok pesantren, di mana ada rakyat yang santun, di sana biasanya ada pemimpin yang berwibawa, dan sebaliknya,” tutupnya.

Sebagai bentuk silaturahmi, Menag juga berencana bertolak ke Jawa Timur hari ini untuk bertemu dengan sejumlah pondok pesantren.(Redaksi)

Berita Terkait

DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Mimika, Tiga Orang Diperiksa
Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah Binaan Lewat Patroli Humanis
Jelang Sumpah Pemuda, Generasi Muda Mamberamo Raya Tegaskan Komitmen Tolak Kekerasan
Rawat Adat, Perkuat Persaudaraan, Ondoafi Skouw Sae Ajak Pemuda Bangun Kampung Damai
Kepala Suku Manirem Dorong Pemuda Papua Jadi Garda Terdepan Jaga Persatuan dan NKRI
Jariah Berbagi, Yonif TP 810/Bemare Hadir Membawa Kebahagiaan bagi Warga Doyo Lama
Ondoafi Kasukuwe Ajak Generasi Muda Sarmi Perkuat Nasionalisme dan Jaga Persatuan
Ketua Dewan Adat Sarmi: Pemuda Harus Berkarya, Jaga Adat, dan Rawat Persatuan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:30 WIB

DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Mimika, Tiga Orang Diperiksa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah Binaan Lewat Patroli Humanis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Jelang Sumpah Pemuda, Generasi Muda Mamberamo Raya Tegaskan Komitmen Tolak Kekerasan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Rawat Adat, Perkuat Persaudaraan, Ondoafi Skouw Sae Ajak Pemuda Bangun Kampung Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Jariah Berbagi, Yonif TP 810/Bemare Hadir Membawa Kebahagiaan bagi Warga Doyo Lama

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya