JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi memulai rangkaian program Ramadan 1447 H/2026 M yang bertajuk “Teras Zawa” (Tebar Manfaat, Ruang Literasi dan Sharing Zakat Wakaf).
Program yang diluncurkan secara daring pada Senin (23/2/2026) ini bertujuan untuk memperkuat literasi, tata kelola, dan kolaborasi ekosistem zakat serta wakaf secara nasional.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa Teras Zawa menjadi langkah awal penguatan kapasitas bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari regulator, operator, hingga pelaksana zakat dan wakaf.
“Melalui platform ini, kita memperdalam pemahaman terkait fungsi dan tujuan zakat serta wakaf, termasuk aspek regulasi dan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujar Waryono.
Waryono juga menyoroti pentingnya edukasi di tengah fluktuasi harga emas yang memengaruhi perhitungan nisab zakat. Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) yang masih berlaku, nisab zakat ditetapkan sebesar 85 gram emas.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pengelola zakat untuk memiliki pemahaman yang komprehensif agar dapat memberikan kepastian dan ketenangan beribadah bagi para muzakki (pembayar zakat).
Rangkaian Agenda dan Kesiapan Wilayah Papua
Teras Zawa tahun ini diisi dengan berbagai agenda strategis yang berlangsung sepanjang Ramadan. Agenda tersebut meliputi Tadarus Zakat Wakaf (24 Februari–17 Maret 2026), Semesta Ramadhan Asri di Ibu Kota Nusantara (IKN), kampanye berbagi takjil di Jakarta, hingga Majelis Berkah Teras Zawa.
Puncaknya, Kemenag akan menggelar kick off Tebar Harapan Ramadan (THR) berupa penyaluran bingkisan dan zakat fitrah secara serentak di 34 provinsi pada 11 Maret 2026 mendatang.
Merespons arahan tersebut, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Papua menyatakan kesiapannya. Pembimbing Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Papua, Rita Wahyuningsih, yang mengikuti peluncuran dari Ruang Rapat Amsal Yowei, Jayapura, memastikan seluruh agenda pusat akan ditindaklanjuti secara serius di wilayahnya.
“Kick off hari ini menjadi awal penguatan gerakan zakat dan wakaf di Papua. Seluruh agenda, mulai Tadarus Zakat Wakaf, Semesta Ramadhan Asri, kampanye berbagi takjil, Majelis Berkah, hingga THR akan kami koordinasikan agar terlaksana optimal di Papua,” tutur Rita.
Menurut Rita, kepatuhan dalam tata kelola zakat adalah ibadah, sedangkan kebermanfaatannya adalah tujuan utama.
Pihaknya berkomitmen untuk menjalin kolaborasi erat bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan para nadzir (pengelola wakaf).
“Zakat membersihkan harta, wakaf menguatkan peradaban. Kita berharap Ramadan tahun ini semakin berdampak, memperkuat kemandirian umat, serta mempererat persaudaraan di Tanah Papua,” pungkasnya.(Rilis)









