JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Jayapura terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi Early Warning System (EWS) SIRUKUN yang digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI secara daring, Selasa (14/7/2026).
Bimtek tersebut diikuti jajaran Kemenag Kota Jayapura melalui Zoom Meeting. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam mengenali dan melaporkan potensi gangguan kerukunan sebelum berkembang menjadi konflik.
Salah satu pemateri, Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB, Adimin, mengatakan perkembangan teknologi memberikan peluang bagi pemerintah untuk membangun sistem peringatan dini yang lebih cepat.
Ia menjelaskan **SIRUKUN atau Sistem Deteksi Dini Indonesia Rukun** menjadi salah satu sarana untuk mendukung pelaksanaan KMA Nomor 332 Tahun 2023 tentang Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan.
Menurut Adimin, konflik tidak muncul secara tiba-tiba. Biasanya terdapat berbagai tanda awal yang dapat diamati apabila informasi dari lapangan dihimpun secara tepat.
Karena itu, keberadaan SIRUKUN diarahkan untuk mengubah pola penanganan dari menunggu konflik terjadi menjadi melakukan pencegahan sejak munculnya indikasi awal.
“Setiap peristiwa besar memiliki gejala awal. Yang kita bangun adalah kemampuan untuk membaca sinyal tersebut sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Informasi Lapangan Jadi Kunci
Dalam sistem SIRUKUN, penyuluh agama memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Penyuluh bertugas memasukkan informasi awal terkait kondisi kerukunan maupun potensi gangguan yang ditemukan di wilayah tugasnya.
Data tersebut kemudian melewati proses verifikasi oleh Kasubbag Tata Usaha. Setelah melalui tahapan verifikasi, informasi dapat dipantau oleh pejabat terkait di tingkat seksi maupun kepala kantor.
Model kerja berjenjang tersebut diharapkan membuat informasi dari lapangan dapat diterima secara lebih cepat oleh pihak yang memiliki kewenangan mengambil langkah penanganan.
Dengan demikian, potensi persoalan dapat dipetakan sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.
Diperkuat di Kota Jayapura
Bagi Kemenag Kota Jayapura, pemanfaatan sistem peringatan dini menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi sosial masyarakat.
Kota Jayapura memiliki masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam. Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang harus terus dirawat melalui komunikasi, toleransi dan deteksi terhadap potensi persoalan sejak awal.
Kemenag Kota Jayapura berharap hasil Bimtek dapat diterapkan oleh jajaran di lapangan, khususnya para penyuluh agama.
Penggunaan SIRUKUN diharapkan tidak hanya menjadi sistem pelaporan, tetapi juga membantu aparatur memahami dinamika kehidupan masyarakat dan menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Melalui pendekatan tersebut, Kemenag Kota Jayapura berkomitmen memperkuat kerukunan umat beragama sekaligus menjaga suasana kehidupan masyarakat yang aman, damai dan harmonis di wilayah Papua, khususnya Kota Jayapura.(Rilis)









