JAYAPURA,Papuaterdepan.com— Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua terus berupaya memperkuat kualitas sumber daya manusianya. Melalui kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar Senin (10/11/2025), Kemenag Papua menekankan pentingnya integritas dan kedisiplinan dalam pelayanan publik.
Kegiatan yang pusatkan di Aula Sasana Krida Bhakti Kanwil Kemenag Papua ini berlangsung secara hibrida. Selain dihadiri pegawai internal Kanwil, acara ini diikuti secara daring oleh satuan kerja (satker) dari 28 kabupaten dan 1 kota se-Papua Raya, termasuk para Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA, hingga pimpinan SMAKN Keerom dan SMTKN Kepulauan Yapen.
Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, dalam arahannya menegaskan bahwa ASN Kemenag memikul tanggung jawab ganda: sebagai pelayan birokrasi sekaligus teladan moral di masyarakat.
“ASN Kementerian Agama harus hadir sebagai pelayan publik yang amanah, disiplin, dan adaptif. Pembinaan ini penting agar kita bergerak bersama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih,” tegas Klemens.
Ia juga menggelorakan jargon budaya kerja Kanwil Kemenag Papua, yakni “Jujur, Berani, Konsisten”. Menurutnya, jargon ini bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus diimplementasikan dalam menghadapi tantangan geografis dan sosial di Papua.
Penghargaan Kinerja Anggaran
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja satker, dalam forum tersebut juga diserahkan Sertifikat Penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) periode Oktober 2025. Ketua Tim Perencanaan, Data, dan Informasi, Dwiharjanto, mengumumkan empat satker dengan capaian tertinggi:
Peringkat I: Sekretariat Jenderal
Peringkat II: Bimas Hindu
Peringkat III: Bimas Buddha
Peringkat IV: Bimas Katolik
Simulasi Anti-Korupsi dan Pakta Integritas
Berbeda dengan pembinaan biasa, sesi kali ini melibatkan metode interaktif yang dipandu oleh Penyuluh Anti Korupsi sekaligus Ketua Tim Umum dan Humas, Sri Maryati. Para ASN dibagi ke dalam kelompok diskusi untuk membedah studi kasus dan menyusun rencana aksi terkait integritas.
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas Pegawai. Ketua Tim Organisasi Tata Laksana (Ortala) dan Kerukunan Umat Beragama (KUB), Elisabeth Toding Bunga’, menyebut langkah ini sebagai komitmen nyata menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Usaha, Abdul Hafid Jusuf, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan memperteguh core value ASN “BerAKHLAK”.
“Kami ingin memastikan seluruh ASN memiliki etos kerja tinggi dan siap memberikan pelayanan yang profesional dan berkeadilan bagi masyarakat Papua,” ujar Abdul Hafid.(Rilis)









