Keerom – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas hidup dan pemenuhan hak-hak anak, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Keerom turut berpartisipasi aktif dalam hari kedua kegiatan Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA). Acara strategis ini diselenggarakan langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom sebagai langkah terukur untuk mewujudkan daerah yang ramah bagi tumbuh kembang generasi penerus.
Kegiatan evaluasi yang berlangsung di lingkungan pusat pemerintahan Kabupaten Keerom ini tidak hanya dihadiri oleh satu instansi, melainkan melibatkan lintas sektoral yang masif. Berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga pendidikan, tokoh agama, pemerhati anak, dan pemangku kepentingan lainnya duduk bersama guna memperkuat sinergi dalam menghadirkan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung bagi anak-anak di batas negeri.
Bukan Sekadar Tugas Pemerintah, Melainkan Gerakan Bersama
Dalam forum tersebut, perwakilan Kemenag Keerom menegaskan bahwa predikat Kabupaten Layak Anak tidak boleh hanya dipandang sebagai target administratif semata. Upaya ini memerlukan dukungan komprehensif dan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
“Mewujudkan Kabupaten Layak Anak ini bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah semata. Ini harus menjadi gerakan bersama, sebuah kolaborasi seluruh lapisan masyarakat untuk menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi setiap anak di Keerom,” tegas perwakilan Kemenag Keerom dalam pemaparannya.
Menurut Kemenag, anak-anak adalah aset terbesar bangsa sekaligus generasi penerus yang akan memegang tongkat estafet masa depan daerah. Oleh karena itu, jaminan atas pemenuhan hak dasar dalam aspek pendidikan, kesehatan, perlindungan hukum, dan pembinaan karakter menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.
Keseimbangan Prestasi Akademik dan Kesehatan Mental
Lebih lanjut, Kemenag Keerom menyoroti paradigma pendidikan anak yang sering kali terjebak pada angka dan deretan piala. Pembangunan kualitas anak sejatinya tidak hanya diukur dari prestasi akademik di bangku sekolah, tetapi juga sangat bergantung pada kondisi kesehatan mental, kematangan spiritual, dan ekosistem sosial yang mendukung keseharian mereka.
“Jangan hanya menuntut dan mengejar agar anak menjadi hebat secara intelektual, tetapi jadikanlah mereka anak yang sehat secara lahir dan batin, memiliki akhlak yang mulia, serta merasa dirinya berharga dan dicintai oleh lingkungannya,” pesannya dengan penuh makna.
Peran Krusial Keluarga dan Pendidikan Agama
Dalam perspektif Kemenag, pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan menempati posisi sentral dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing global namun tetap berpijak pada norma agama. Keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak, didukung oleh sekolah dan lingkungan masyarakat, adalah pilar utama dalam membangun fondasi kepercayaan diri anak.
“Anak yang berkualitas bukan sekadar mereka yang pintar di sekolah, tetapi mereka yang hatinya tenang, jiwanya kuat, dan berada di tengah lingkungan yang mendukung penuh potensi mereka,” tambahnya.
Melalui momentum Evaluasi Kabupaten Layak Anak ini, Pemkab Keerom bersama seluruh stakeholder, termasuk Kemenag, diharapkan dapat terus menajamkan program-program perlindungan anak.
Sebagai penutup, Kemenag Keerom kembali menegaskan komitmen lembaganya untuk terus hadir mendampingi masyarakat. Pihaknya siap mengoptimalkan dukungan melalui program pembinaan mental, penyuluhan spiritual, penguatan pendidikan keagamaan di madrasah dan pondok pesantren, serta menyosialisasikan pentingnya ketahanan keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak.(Rilis)









