Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,Papuaterdepan.com– Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, umat Hindu di Papua diajak memperkuat semangat kebangsaan melalui doa dan refleksi spiritual sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ajakan tersebut disampaikan Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, I Wayan Wira Adnyana, yang menilai peringatan kemerdekaan merupakan momentum penting untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus mempererat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Wira, kemerdekaan yang diraih para pendiri bangsa tidak hanya dikenang melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga perlu dimaknai dengan memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial.

“Bangsa ini dibangun dengan semangat kebersamaan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,” ujarnya di Jayapura, Jumat (31/7/2026).

Ia mengatakan partisipasi umat Hindu dalam Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama RI menjadi bentuk dukungan moral dan spiritual bagi perjalanan bangsa Indonesia. Doa, menurutnya, memiliki kekuatan untuk membangun optimisme serta memperkuat harapan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Baca Juga :  Peringati HAB Ke-80 Kemenag, Gubernur Mathius Fakhiri Tegaskan Komitmen "Papua Tanah Damai"

Dalam ajaran Hindu, kata Wira, kehidupan yang baik tercermin dari terjaganya harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam. Nilai-nilai tersebut relevan dalam membangun kehidupan berbangsa yang damai dan berkelanjutan.

“Kita tidak bisa berbicara tentang kemajuan bangsa tanpa menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama dan lingkungan. Semua saling berkaitan dan menjadi fondasi kehidupan yang seimbang,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Berbagai peristiwa bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Selain itu, Wira menilai semangat gotong royong dan toleransi harus terus diperkuat di tengah keberagaman Indonesia. Papua, katanya, merupakan contoh nyata bagaimana masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda dapat hidup berdampingan dalam suasana damai.

Baca Juga :  Kemenag Kota Jayapura Hadiri Pembukaan Festival Imlek 2577, Dorong Moderasi Beragama

“Kerukunan yang selama ini terjaga harus terus dirawat. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun bangsa yang lebih maju,” ujarnya.

Melalui momentum HUT ke-81 RI, ia berharap umat Hindu dan seluruh masyarakat Indonesia semakin memperkuat rasa cinta tanah air serta berkontribusi sesuai peran masing-masing dalam pembangunan nasional.

“Doa adalah salah satu bentuk pengabdian. Ketika disertai kerja keras, kepedulian, dan persatuan, maka akan menjadi kekuatan besar untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan sendiri menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang bertujuan mempererat persaudaraan lintas agama serta meneguhkan komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, rukun, adil, dan sejahtera.

Berita Terkait

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Matangkan Persiapan untuk 100 Ribu Peserta di Monas
Kemenag Papua Dorong Umat Beragama Jadikan Doa sebagai Energi Persatuan Bangsa
Umat Buddha Papua Gelar Doa Serentak untuk Bangsa, Kemenag Ajak Perkuat Semangat Kebangsaan
BPN Papua dan YAPIS Perkuat Legalitas Aset Pendidikan di Tanah Papua
Keluarga Dinard Kelnea Serukan Pengawalan Sidang Gugatan Wakil Bupati Nduga
Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga Digugat, PTUN Jayapura Jadwalkan Sidang Perdana 5 Agustus
Dewan Adat Desak Bucktar Tabuni Tinggalkan Lahan dan Seret Lot Pepuho ke Meja Adat
Gugatan Maniap Kogoya Mengemuka, Proses Pengisian Wakil Bupati Nduga Diminta Ditunda

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:07 WIB

Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:00 WIB

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Matangkan Persiapan untuk 100 Ribu Peserta di Monas

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:35 WIB

Kemenag Papua Dorong Umat Beragama Jadikan Doa sebagai Energi Persatuan Bangsa

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:25 WIB

Umat Buddha Papua Gelar Doa Serentak untuk Bangsa, Kemenag Ajak Perkuat Semangat Kebangsaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:51 WIB

BPN Papua dan YAPIS Perkuat Legalitas Aset Pendidikan di Tanah Papua

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya