Wapres Gibran Resmi Buka Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Gaungkan Pesan Damai dari Tanah Papua

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manokwari, Papuaterdepan.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Pesparawi Nasional XIV di Lapangan Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026) malam. Ajang nasional yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia tersebut menjadi panggung persaudaraan, kerukunan, dan pesan perdamaian yang digaungkan dari Tanah Papua.

Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Helmi Halimatul Udhmah Nasaruddin Umar, serta para kepala daerah dan pejabat Kementerian Agama.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan parade kontingen dari 38 provinsi yang turut ambil bagian dalam pesta paduan suara gerejawi terbesar di Indonesia tersebut. Tercatat sebanyak 5.434 peserta mengikuti Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung di Papua Barat.

Momen pembukaan ditandai dengan penabuhan 14 tifa oleh Wakil Presiden bersama para kepala daerah dan tokoh yang hadir sebagai simbol penyelenggaraan Pesparawi Nasional ke-14.

Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat dan seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut. Ia menilai Pesparawi tidak hanya menjadi ajang kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga ruang memperkuat persatuan dan kebersamaan antarwarga bangsa.

Baca Juga :  Kemenag Papua Dorong MTQ Jadi Perekat Persatuan di Jayapura

Gibran menegaskan bahwa arah pembangunan nasional saat ini tidak lagi berpusat pada satu wilayah, melainkan menjangkau seluruh daerah di Indonesia, termasuk Papua yang menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah.

“Pembangunan saat ini sudah tidak lagi Jawa-sentris, tetapi Indonesia-sentris. Itulah sebabnya pembangunan Papua menjadi salah satu prioritas Bapak Presiden,” kata Gibran.

Menurutnya, berbagai program strategis terus didorong pemerintah di Papua, mulai dari pembangunan rumah sakit, sekolah rakyat, pasar, Jalan Trans Papua, program Makan Bergizi Gratis, hingga pengembangan kampung nelayan.

Ia berharap pembangunan tersebut mampu memperluas akses pelayanan publik, mengurangi kesenjangan antardaerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Namun demikian, Gibran mengingatkan bahwa pembangunan hanya dapat berjalan optimal apabila didukung oleh situasi yang aman dan damai. Karena itu, ia mengapresiasi tema Pesparawi Nasional XIV yang mengangkat nilai perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua.

“Dalam melakukan pembangunan dibutuhkan situasi yang kondusif dan damai. Oleh sebab itu, saya mengapresiasi tema Pesparawi tahun ini yang mengangkat soal perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua. Ini sangat relevan dan patut kita dukung bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, mengatakan kontingen Papua tampil dengan kekuatan penuh pada ajang nasional tersebut.

Baca Juga :  Tokoh Agama minta warga tidak terprovokasi berita bohong ditebarkan OPM

Menurutnya, Papua mengirim lebih dari 300 peserta dan mengikuti seluruh 12 kategori perlombaan yang dipertandingkan.

“Kami Provinsi Papua menurunkan kekuatan penuh. Kontingen berjumlah lebih dari 300 peserta dan mengikuti seluruh kategori yang dilombakan,” ujar Klemens.

Ia juga mengapresiasi konsep pembukaan yang memadukan unsur ibadah, budaya, dan tradisi lokal Papua. Pertunjukan pembukaan mengangkat kisah yang terinspirasi dari tulisan tokoh zending Izaak Samuel Kijne tentang perjalanan menuju “Kota Emas”, yang kemudian diwujudkan dalam maskot Burung Kasuari sebagai simbol harapan dan persaudaraan.

Klemens berharap Pesparawi Nasional XIV dapat menjadi sarana memperkuat persatuan bangsa sekaligus menyampaikan pesan damai dari Papua kepada seluruh Indonesia.

“Melalui melodi, lagu, dan budaya yang ditampilkan di Manokwari, kami ingin mengirim pesan bahwa meskipun berbeda keyakinan dan latar belakang, kita tetap hidup sebagai saudara,” katanya.

Ia menilai seluruh rangkaian pembukaan berlangsung sukses, meriah, dan penuh nuansa kekeluargaan yang mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Indonesia.

Pesparawi Nasional XIV dijadwalkan berlangsung selama 11 hari, mulai 18 hingga 28 Juni 2026, dengan berbagai agenda perlombaan, ibadah, dan kegiatan budaya yang melibatkan ribuan peserta dari seluruh penjuru Tanah Air.(Rilis)

Berita Terkait

SMPN 2 Jayapura Gandeng Orang Tua dalam MPLS Ramah, Perkuat Adaptasi dan Karakter Siswa Baru
BAZNAS Papua Bersiap Masuki Era Kepemimpinan Baru, Lima Nama Resmi Ditetapkan
Perebutan Kursi Wakil Bupati Nduga Kembali Bergulir, Tim Maniap Kogoya Minta Proses Diulang
BULOG dukung percepatan pengembangan lumbung pangan nasional di Merauke
Bakti Sosial dan Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Pererat Persaudaraan di Skouw Sae
Kepala Suku Sembra Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Tobati-Enggros
BMP RI Gelar Konvoi Merah Putih dan Bakti Sosial untuk Warga Jayapura
Muharram Jadi Momentum Muhasabah, ASN Kemenag Papua Diajak Perkuat Salat dan Integritas

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:14 WIB

SMPN 2 Jayapura Gandeng Orang Tua dalam MPLS Ramah, Perkuat Adaptasi dan Karakter Siswa Baru

Senin, 6 Juli 2026 - 06:53 WIB

BAZNAS Papua Bersiap Masuki Era Kepemimpinan Baru, Lima Nama Resmi Ditetapkan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:23 WIB

Perebutan Kursi Wakil Bupati Nduga Kembali Bergulir, Tim Maniap Kogoya Minta Proses Diulang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:22 WIB

BULOG dukung percepatan pengembangan lumbung pangan nasional di Merauke

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:24 WIB

Kepala Suku Sembra Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Tobati-Enggros

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya