Sidang Promosi Doktor Ade Irma Suryany, Teliti Mitigasi Bencana Berbasis Adat

- Redaksi

Kamis, 5 Juni 2025 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepancom, Jayapura – Ade Irma Suryany, istri Gubernur Papua Selatan, Apollo Safanpo resmi menyandang gelar doktor bidang Ilmu Sosial dari Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih. Dalam disertasinya berjudul Mitigasi Bencana Dalam Perspektif Masyarakat Adat Puyakha dan Tepra. Sidang terbuka promosi doctor Ade Irma Suryany berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis, 5 Juni 2025.

Penelitian Ade menyoroti peran kearifan lokal dan struktur adat masyarakat Puyakha dan Tepra dalam mengurangi dampak bencana. Dari pengalaman banjir bandang 2019 di kawasan Gunung Cycloop, ia menemukan perbedaan signifikan dalam tingkat kerusakan akibat variasi topografi, meski kedua wilayah berada di area yang sama. “Dua wilayah di Gunung Cycloop, tapi dampaknya sangat berbeda. Ini membuktikan topografi dan kearifan lokal berperan besar dalam kerentanan bencana,” kata Ade saat ditemui media ini usai sidang.

Baca Juga :  Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional XXX,MB Setiyo: khafila Papua tunjukan penampilan terbaik raih harapan 2

Sidang promosi doktor dipimpin Prof. Pawennari Hijjang sebagai promotor, dibantu ko-promotor Marlina Flassy, S.Sos dan Dr. Akhmad. Enam dosen penguji dari berbagai fakultas untuk menguji kelayakan akademiknya.

Ade memaparkan bahwa di kampung Reveni Rara, pembagian wilayah adat sangat tegas yakni zona sakral, berburu, dan pemukiman. “Ketaatan terhadap pembagian zona ini terbukti menyelamatkan warga. Saat bencana terjadi, tidak ada korban jiwa,” katanya.

Dia mengatakan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam perencanaan kebijakan mitigasi bencana. “Kalau pemerintah menggandeng masyarakat adat sejak awal, pemetaan risiko bisa lebih akurat dan diterima. Mereka punya sistem yang sudah teruji,” kata Ade.

Baca Juga :  Perkuat Kerukunan, Kepala Kemenag Jayapura Bekali Penyuluh Agama Materi Moderasi Beragama

Menurutnya, struktur sosial masyarakat adat di Reveni Rara jelas dan tidak tumpang tindih. Tokoh adat memegang peran khusus dan ditaati warga. Pelanggaran zona sakral berhadapan dengan sanksi adat yang masih sangat dihormati.

Ade Irma juga melihat pola pendekatan pemerintah yang cenderung reaktif dalam penanganan bencana. “Selama ini, kita baru bergerak setelah bencana terjadi. Padahal mitigasi harus mencegah korban jiwa sejak awal,” imbuhnya.

Mantan Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Papua itu berharap disertasinya membuka jalan bagi pengakuan dan pelibatan masyarakat adat dalam sistem kebencanaan nasional. “Kita semua orang beradat. Jika masyarakat adat dilibatkan, kebijakan akan lebih efektif dan diterima,” ujarnya.

Berita Terkait

Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan
Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian
Lulusan IAIN Fattahul Muluk Papua Diminta Tak Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Perubahan
Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua
Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban
126 PPPK Paruh Waktu Kemenag Papua Masuk Tahap Pengalihan ke Penuh Waktu
Jelang Maulid Nabi, Pegawai Kemenag Papua Diajak Hidupkan Akhlak Rasulullah
Maulid Nabi 1448 H, Menag Nasaruddin Umar Dorong Akhlak Jadi Kekuatan Bangun Peradaban

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Lulusan IAIN Fattahul Muluk Papua Diminta Tak Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Perubahan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:03 WIB

126 PPPK Paruh Waktu Kemenag Papua Masuk Tahap Pengalihan ke Penuh Waktu

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya