Kemenag Bentuk Satgas Pencegahan Kekerasan, Menag: Pesantren Harus Jadi Tempat “Zero Kekerasan”

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,Papuaterdepan.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmen serius Kementerian Agama (Kemenag) dalam upaya menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang sepenuhnya ramah anak.
Sebagai langkah konkret, Kemenag telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan.

“Setiap lembaga pendidikan, baik sekolah, madrasah, maupun pesantren harus menjadi tempat yang ramah anak, zero kekerasan,” tegas Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Minggu (26/10/2025).

“Kita serius dengan pengembangan pesantren ramah anak. Untuk itu, kita bentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan,” imbuhnya.

Menag menjelaskan, pembentukan Satgas ini diperkuat dengan payung hukum yang komprehensif, termasuk Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 91 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak. Regulasi ini melengkapi Peraturan Menteri Agama No. 73 Tahun 2022 dan KMA No. 83 Tahun 2023 yang mengatur pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di satuan pendidikan Kemenag.

“Regulasi ini menjadi panduan bersama seluruh ASN Kementerian Agama dan stakeholders terkait untuk mempercepat langkah nyata dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual,” jelas Menag.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua Lantik Kabag TU Baru, Ibaratkan Peran "Kepala Koki" dalam Organisasi

Respons terhadap Hasil Riset PPIM
Komitmen ini juga didorong oleh temuan riset Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Riset yang dirilis pada 8 Juli 2025 itu, dalam buku “Menuju Pesantren Ramah Anak dan Menjaga Marwah Pesantren”, menunjukkan bahwa sekitar 1,06 persen dari 43.000 pesantren di Indonesia tergolong memiliki kerentanan tinggi terhadap kekerasan seksual.

“Angka kerentanan sebagaimana temuan riset PPIM tentu akan menjadi perhatian serius Kemenag dalam merumuskan upaya pencegahan,” kata Menag.

Ia juga mengajak 98,9% pesantren yang dinilai memiliki daya tahan lebih besar terhadap kekerasan untuk berbagi praktik baik.

Strategi dan Layanan Pelaporan
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menambahkan, selain pembentukan Satgas, Kemenag telah meluncurkan sejumlah langkah praktis.

Pertama, Kemenag melakukan piloting pendampingan dengan menetapkan 512 pesantren sebagai Pilot Program Pesantren Ramah Anak, sesuai SK Dirjen Pendis No. 1541 Tahun 2025.

Baca Juga :  Wakaf Produktif Inovatif: Pesantren Al-Munawwaroh Merauke Kembangkan Greenhouse Hidroponik untuk Kemandirian Ekonomi

Kedua, Kemenag menguatkan sistem pelaporan melalui digitalisasi. Saat ini, pelaporan tindak kekerasan di pesantren dapat dilakukan melalui Telepontren, sebuah layanan chat dan call center berbasis Whatsapp di nomor resmi 0822-2666-1854.
“Kami juga meminta kepada pesantren untuk membuat sistem pelaporan online yang aman dan anonim yang terhubung langsung ke Kemenag/KPAI/KOMNAS Perempuan,” papar Suyitno.

Di sisi lain, Kemenag juga telah menjalin sinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (KemenPPPA), serta menggandeng ulama perempuan, gus dan ning pesantren, serta aktivis anak dan perempuan, untuk memperkuat strategi pencegahan dan pengasuhan ramah anak.
Upaya ini dicanangkan melalui peta jalan pengembangan pesantren ramah anak yang akan berlangsung hingga tahun 2029.

“Insya Allah langkah kita semakin efektif dan strategis,” tutup Menag.(Rilis)

Berita Terkait

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga
SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura
Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura
Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:36 WIB

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga

Rabu, 2 September 2026 - 15:19 WIB

SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura

Rabu, 2 September 2026 - 08:16 WIB

Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya