JAYAPURA, Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Beasiswa Afirmasi Kita Cinta Papua (KCP) periode 2020–2025.
Rapat evaluasi yang digelar di Ruang Rapat Amsal Yowei, Jayapura, Kamis (20/11/2025) ini, menyoroti pentingnya ketepatan waktu studi para penerima beasiswa.
Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Weldemina Yudittiwery, yang hadir secara daring, memberikan peringatan khusus agar mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi maksimal empat tahun.
“Perlu ada bimbingan khusus agar masa studi tidak lebih dari empat tahun, karena jika lewat akan menimbulkan masalah dengan anggaran beasiswa,” tegas Weldemina.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa agar dana beasiswa dikelola dengan bijak, serta meminta perguruan tinggi melakukan evaluasi per semester untuk mendeteksi kendala akademik sejak dini.
Gandeng Pemda dan Orang Tua
Merespons berbagai kendala yang disampaikan oleh delapan perguruan tinggi mitra (IAKN/STAKN/STAKPN), Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, menawarkan tiga solusi strategis.
Pertama, Klemens menginstruksikan jajaran Kemenag Kabupaten/Kota untuk proaktif menghubungi orang tua mahasiswa guna memastikan arus informasi mengenai kondisi anak mereka berjalan lancar.
Kedua, Klemens meminta adanya koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir.
“Anak-anak ini akan kembali untuk mengabdikan diri pada daerahnya masing-masing. Koordinasi dengan Pemda penting untuk menyambut potensi mereka,” ujar Klemens.
Ketiga, Kanwil Kemenag Papua merencanakan kunjungan monitoring langsung ke kampus-kampus tempat mahasiswa Papua belajar untuk mengontrol perkembangan pendidikan mereka secara riil.
“Kami berterima kasih kepada seluruh perguruan tinggi yang sudah mengupayakan yang terbaik bagi generasi Papua. Bagi kampus yang belum mengirim data, kami harap segera dikirim untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Hadir dalam rapat ini perwakilan dari IAKN Tarutung, IAKN Toraja, IAKN Ambon, IAKN Manado, IAKN Kupang, IAKN Palangkaraya, STKN Mesias Sorong, dan STAKPN Sentani.(Rilis)









