Jayapura, Papuaterdepan.com – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan Malaikat Alpius Tabuni mengimbau mahasiswa dan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi agar melakukannya secara damai serta tidak mengulangi peristiwa kerusuhan yang pernah terjadi di Papua pada 2019.
Dalam keterangannya di Jayapura, Selasa,(9/6) Tabuni mengatakan penyampaian pendapat merupakan hak yang dijamin dalam negara demokrasi. Namun, aspirasi harus disampaikan secara tertib dan tidak disertai tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun merugikan masyarakat.
“Saya mengajak adik-adik mahasiswa dan seluruh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Jangan sampai peristiwa seperti tahun 2019 terulang kembali karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat Papua,” katanya.
Menurut dia, demonstrasi yang berlangsung damai akan lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada pemerintah dibandingkan aksi yang berujung pada kericuhan dan kerusakan fasilitas umum.
Tabuni menilai Papua memiliki posisi strategis sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Papua adalah barometer Indonesia di kawasan timur. Karena itu, apa yang terjadi di Papua akan menjadi perhatian banyak pihak. Kita harus menjaga daerah ini tetap aman dan damai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Jayapura agar tetap berpegang pada tujuan utama mereka datang ke kota, yakni menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus pembangunan daerah.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong perubahan dan kemajuan Papua di masa mendatang.
“Mahasiswa harus fokus belajar dan menyelesaikan pendidikan dengan baik. Perubahan Papua tidak akan datang dengan sendirinya, tetapi dibangun oleh sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.
Selain mengimbau mahasiswa dan masyarakat, Tabuni juga meminta aparat keamanan untuk mengedepankan pendekatan dialog dalam menangani aksi penyampaian aspirasi.
Ia berharap komunikasi yang baik antara peserta aksi, pemerintah, dan aparat keamanan dapat mencegah terjadinya gesekan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga Papua tetap aman, damai, dan sejahtera. Karena itu dialog harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan,” ujarnya.
Tabuni menambahkan situasi keamanan yang kondusif sangat penting untuk mendukung aktivitas pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, serta berbagai program pembangunan yang sedang berjalan di Papua.
Ia mengajak seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan generasi muda untuk bersama-sama menjaga persatuan dan ketertiban demi masa depan Papua yang lebih baik.
“Pembangunan Papua membutuhkan suasana yang aman dan damai. Mari kita jaga kebersamaan, menghormati perbedaan, dan membangun Papua melalui pendidikan serta kerja nyata,” katanya.(Rilis)









