Profesi Humas Kian Menjanjikan, UM Papua Hadirkan Seminar Karier bagi Generasi Muda

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 06:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com – Dunia komunikasi dan kehumasan terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Papua menggelar Seminar Kehumasan bertajuk “Mengenal Dunia Humas dan Peluang Karier di Era Digital” dalam rangkaian kegiatan SEMARAK UM Papua (Sebelum Semester Berakhir Ayo Praktik) 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (13/6) itu tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai profesi humas, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang selama ini dipelajari di bangku kuliah.

Peserta seminar berasal dari berbagai SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di Kota Jayapura, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua, serta perwakilan sejumlah instansi dan mitra yang turut mendukung penyelenggaraan kegiatan.

Dosen Ilmu Komunikasi UM Papua sekaligus narasumber seminar, Dewi Anggraeni, S.I.P., M.A., mengatakan SEMARAK UM Papua merupakan model pembelajaran berbasis praktik yang dirancang untuk membentuk kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep komunikasi dan kehumasan secara teoritis, tetapi juga mampu merancang, mengelola, hingga mengevaluasi sebuah kegiatan secara profesional.

“Melalui kegiatan ini mahasiswa belajar bagaimana sebuah event dirancang dari awal, membangun kerja sama dengan berbagai pihak, mengelola komunikasi, hingga memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan yang ditetapkan,” katanya.

Ia menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan perkembangan profesi humas yang kini semakin erat dengan teknologi digital. Peran humas tidak lagi terbatas pada hubungan media atau penyampaian informasi, melainkan telah berkembang menjadi pengelolaan reputasi organisasi melalui berbagai platform digital.

Baca Juga :  Nota Diplomatik Dubes Saudi, Kemenag: dinamika telah diselesaikan bersama Kementerian Haji

“Era digital membuka ruang yang sangat luas bagi profesi humas. Karena itu generasi muda perlu memahami bahwa peluang karier di bidang ini semakin beragam dan menjanjikan,” ujarnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari dunia usaha. Pemimpin Bank Papua KCP Abepura, Asmi Rahmania, yang hadir mewakili sponsor utama, menilai kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan penting yang dibutuhkan generasi muda saat ini.

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan membangun kepercayaan dan menjaga reputasi menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan oleh berbagai organisasi maupun perusahaan.

“Humas memiliki peran strategis dalam menjembatani komunikasi dengan masyarakat. Karena itu kemampuan komunikasi yang baik akan menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi dunia kerja,” katanya.

Ia menambahkan Bank Papua berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pendidikan yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua.

Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Papua, Dr. Ir. H. Muh. Nurjaya, M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, kegiatan seperti SEMARAK UM Papua menjadi bagian penting dalam implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan pencapaian kompetensi melalui pengalaman praktik.

“Mahasiswa harus mampu menerjemahkan teori menjadi keterampilan nyata. Melalui kegiatan ini mereka belajar bagaimana ilmu komunikasi dapat diterapkan untuk menghasilkan program yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Akuntabilitas, Kanwil Kemenag Papua Dampingi STAKPN Sentani Benahi Tata Kelola BI dan SAKIP

Ketua Panitia SEMARAK UM Papua 2026, Nur Rhamdania, mengatakan seminar tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan Program Studi Ilmu Komunikasi UM Papua kepada para pelajar yang tengah mempersiapkan jenjang pendidikan tinggi.

Selain memperoleh wawasan mengenai profesi humas, peserta juga diajak mengenal berbagai peluang karier yang terbuka di bidang komunikasi, mulai dari public relations, media digital, content creator, komunikasi korporasi, hingga jurnalistik.

“Kami berharap peserta mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai dunia komunikasi sekaligus termotivasi untuk mengembangkan kemampuan diri sejak dini,” katanya.

Pada kesempatan itu, mewakili Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Hamim Mustofa, S.I.Kom., M.A.P., memperkenalkan UM Papua sebagai kampus yang memiliki akar kuat di bidang komunikasi. Sebelum bertransformasi menjadi universitas pada 2020, institusi tersebut berdiri sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura sejak 2001.

Saat ini Program Studi Ilmu Komunikasi UM Papua menawarkan tiga konsentrasi utama, yakni Public Relations, Broadcasting, dan Journalism. Kampus tersebut juga memiliki Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi yang hingga kini menjadi satu-satunya program magister ilmu komunikasi di Tanah Papua.

Melalui SEMARAK UM Papua 2026, Universitas Muhammadiyah Papua tidak hanya menghadirkan ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat perannya dalam menyiapkan generasi muda Papua yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi digital.(Rilis)

Berita Terkait

Sengketa Kursi Wakil Bupati Nduga Masuk Meja Hijau, Maniap Kogoya Gugat DPRK ke PTUN
Tokoh Adat Sarmi Serukan Warga Jaga Kondusivitas Jelang Aksi KNPB
Teror Berdarah di Yahukimo, Ondofolo Yoka Minta Pelaku Penembakan Diproses Hukum
Ondofolo Yoka Ingatkan Warga Jaga Tanah Adat, Jangan Terlibat Aksi KNPB 3 Agustus
Gema Bangsa Papua Tancap Gas, Perkuat Struktur hingga Daerah Jelang Verifikasi Nasional
Jelang Aksi KNPB, Richard Ohee Serukan Masyarakat Utamakan Persatuan
Ondofolo Waena: Kekerasan di Yahukimo Tidak Mewakili Nilai Adat Papua
Duka Yahukimo, Tokoh Adat Keerom Serukan Papua Tetap Damai

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:23 WIB

Sengketa Kursi Wakil Bupati Nduga Masuk Meja Hijau, Maniap Kogoya Gugat DPRK ke PTUN

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:19 WIB

Tokoh Adat Sarmi Serukan Warga Jaga Kondusivitas Jelang Aksi KNPB

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:21 WIB

Teror Berdarah di Yahukimo, Ondofolo Yoka Minta Pelaku Penembakan Diproses Hukum

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:16 WIB

Ondofolo Yoka Ingatkan Warga Jaga Tanah Adat, Jangan Terlibat Aksi KNPB 3 Agustus

Senin, 27 Juli 2026 - 08:36 WIB

Jelang Aksi KNPB, Richard Ohee Serukan Masyarakat Utamakan Persatuan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya