JAYAPURA,Papuaterdepan.com– Kemeriahan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Tanah Papua ditutup dengan penuh khidmat dan haru. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua menggelar acara syukuran yang dirangkaikan dengan pelepasan purnabakti Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Islam (Pendis), Hamzah, Senin (5/1/2026).
Berlangsung di Aula Sasana Krida, Jayapura, acara ini menjadi momentum refleksi atas suksesnya rangkaian HAB 2026 sekaligus menjadi panggung penghormatan bagi salah satu putra terbaik Kemenag Papua.
Apresiasi dari Gubernur dan Semangat 2026
Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, mengungkapkan rasa bangganya atas kedisiplinan jajarannya selama rangkaian HAB. Ia menyebut profesionalisme ASN Kemenag Papua bahkan mendapatkan apresiasi langsung dari Gubernur Papua.
“Upacara HAB kemarin menunjukkan bahwa ASN Kemenag mampu tampil disiplin dan profesional. Ini bukti bahwa Kemenag hadir dan memberi teladan,” ujar Klemens dalam sambutannya.
Namun, di tengah suasana syukur, Klemens juga mengajak hadirin untuk sejenak menundukkan kepala mendoakan salah satu pegawai Kemenag Papua yang wafat pada 3 Januari lalu. Ia menegaskan bahwa soliditas tim harus tetap terjaga menyongsong tantangan kerja tahun 2026.
“Tidak ada lagi ruang untuk setengah-setengah. Saatnya kita bekerja lebih fokus, lebih solid, dan lebih bertanggung jawab,” tegasnya.
Penghargaan Kreativitas: Dari Mars hingga Ekoteologi
Sebagai bentuk apresiasi atas inovasi pegawai, Kanwil Kemenag Papua menyerahkan piagam penghargaan bagi para pemenang lomba:
Lomba Mars Kemenag: Penguatan identitas dan semangat korps.
Konten Ekoteologi: Kampanye moderasi beragama yang dipadukan dengan kepedulian lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Perpisahan Haru Kabid Pendis: “33 Tahun yang Indah”
Suasana berubah haru saat memasuki sesi pelepasan Hamzah, Kabid Pendidikan Islam yang resmi memasuki masa purnabakti per 1 Januari 2026. Selama 33 tahun mengabdi, Hamzah dikenal sebagai sosok yang tegas namun hangat.
“Pak Hamzah telah meletakkan fondasi yang kuat bagi Pendidikan Islam di Papua. Purnabakti bukanlah akhir, melainkan awal pengabdian yang lebih luas di masyarakat,” kata Kakanwil Klemens Taran.
Hamzah, yang tampak terharu, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh rekan kerja yang telah menemaninya lebih dari tiga dekade.
“Saya dikelilingi oleh orang-orang baik. Itulah yang membuat perjalanan panjang ini terasa indah hingga akhir. Semoga apa yang kita kerjakan menjadi amal ibadah,” tutur Hamzah dengan nada bergetar.
Sinergi Lintas Agama
Ketua Panitia HAB ke-80, I Wayan Wira Adnyana, melaporkan bahwa kesuksesan seluruh rangkaian acara—mulai dari kerja bakti rumah ibadah, jalan kerukunan, hingga ziarah tokoh—adalah hasil sinergi lintas satuan kerja (satker).
“HAB bukan sekadar seremonial, tapi momentum mempererat kebersamaan dan memperkuat kerukunan umat beragama di Papua,” tutup Wayan yang juga menjabat sebagai Pembimas Hindu tersebut.(Rilis)









