Kajian Kemenag Papua: Kesiapan Batin ASN Muslim Sambut Ramadhan

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA, Papuaterdepan.com— Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua menyelenggarakan kajian keagamaan rutin.

Kegiatan yang ditujukan untuk pembinaan mental dan spiritual pegawai ini secara khusus membedah tafsir Surah Al-Baqarah ayat 183. Kajian tersebut digelar di Musala Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Papua pada Senin (2/2/2026), dan diikuti oleh jajaran pejabat administrator, fungsional, hingga pelaksana.

Bertindak sebagai penceramah, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Ustaz Muslimin Yelipele, mengajak para jamaah untuk menyelami makna linguistik dan pesan spiritual di balik ayat perintah puasa tersebut.

Panggilan Batin bagi Orang Beriman
Ustaz Muslimin mengupas ayat tersebut melalui pendekatan ilmu tata bahasa Arab (nahwu dan sharaf). Ia menjelaskan bahwa seruan pembuka “Yā ayyuhalladzīna āmanū” merupakan bentuk panggilan khusus dan eksklusif dari Allah SWT kepada orang-orang yang beriman.

Baca Juga :  Jalin Silahturahmi, Wabup Kerrom bertemu Kanwil Kemenag Papua

Menurutnya, panggilan ini tidak sekadar seruan, melainkan ketukan batin yang menuntut kesadaran penuh dari seorang hamba.

“Panggilan ini memberi kesadaran bahwa ketika Ramadan datang, setiap orang beriman seharusnya merasakan panggilan jiwa dalam dirinya. Ada kesiapan batin yang harus disiapkan untuk menjalani ibadah puasa dan juga ibadah lainnya,” ungkap Ustaz Muslimin.

Lebih lanjut, ia menyoroti kata “kutiba” yang bermakna “diwajibkan”. Penggunaan bentuk kata pasif ini menunjukkan bahwa puasa adalah ketetapan absolut dari Allah yang sudah tertulis secara pasti, bukan sekadar anjuran biasa.

Iman yang Fluktuatif Membutuhkan Persiapan
Hal menarik lainnya adalah penggunaan kata “āmanū” yang merupakan kata kerja (fi’il), bukan kata benda (isim). Secara filosofis, ini menunjukkan bahwa iman adalah sesuatu yang hidup, dinamis, dan terus berproses.

Mengutip pandangan sufi besar Imam Al-Ghazali, Ustaz Muslimin mengingatkan bahwa iman seseorang sifatnya fluktuatif—bisa bertambah dan bisa berkurang.

Baca Juga :  Dukung Program "Papua Cerdas", Kemenag Apresiasi Penyaluran 370 Beasiswa BAZNAS di Jayapura

“Iman itu bisa naik dan turun. Karena itu, sebelum memasuki Ramadan, kesiapan iman harus dimantapkan agar pelaksanaan puasa benar-benar berkualitas dan bernilai ibadah,” jelasnya.

Takwa adalah Harapan, Bukan Otomatisasi
Di penghujung kajian, Ustaz Muslimin membedah frasa penutup ayat “la‘allakum tattaqūn” (agar kamu bertakwa). Ia menegaskan bahwa kalimat ini bermakna sebuah harapan, bukan jaminan kepastian. Artinya, tidak semua orang yang berpuasa otomatis meraih derajat takwa.

Pencapaian takwa sangat bergantung pada keikhlasan, pengendalian diri, dan kualitas batin selama menjalankan ibadah sebulan penuh.

“Puasa yang berhasil bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana ibadah tersebut membentuk ketakwaan. Kesiapan jiwa, niat, serta konsistensi beramal menjadi kunci menyambut Ramadan yang bermakna, sembari kita tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”pungkasnya.(Rilis)

Berita Terkait

Bulog Papua Intensifkan Pengawasan Panen, Petugas Lapangan Diterjunkan ke Sentra Produksi
Bulog Papua Pacu Penyerapan, Andalkan Produksi Papua Selatan
Kemenag Papua Dorong MTQ Jadi Perekat Persatuan di Jayapura
Perkuat Akuntabilitas, Kemenag Papua Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan I 2026
Sertijab Kalapas Abepura Jadi Momentum Bersih-bersih Lapas, Ditjenpas Papua Tegaskan Zero Praktik Ilegal
Bazar IHLS di Waena Dorong Ekonomi Lokal di Tengah Kenaikan Harga Pokok
Jamin Kesinambungan Kinerja, Kanwil Kemenag Papua Lakukan Serah Terima DIPA ke Kabag TU Definitif
Wakil Ketua MA di Jayapura: Pengabdian Hakim Tak Berhenti Meski Purnabakti

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:20 WIB

Bulog Papua Intensifkan Pengawasan Panen, Petugas Lapangan Diterjunkan ke Sentra Produksi

Jumat, 24 April 2026 - 13:54 WIB

Bulog Papua Pacu Penyerapan, Andalkan Produksi Papua Selatan

Jumat, 24 April 2026 - 12:30 WIB

Kemenag Papua Dorong MTQ Jadi Perekat Persatuan di Jayapura

Jumat, 24 April 2026 - 10:22 WIB

Perkuat Akuntabilitas, Kemenag Papua Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 - 11:06 WIB

Bazar IHLS di Waena Dorong Ekonomi Lokal di Tengah Kenaikan Harga Pokok

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya