Jayapura, Papuaterdepan.com – Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Bidang Yudisial, Suharto, menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari dedikasi seorang aparatur peradilan. Menurutnya, pengabdian kepada negara hanya akan berganti bentuk menjadi keteladanan di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Suharto saat memimpin prosesi Wisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jayapura di Aula Cenderawasih, Jayapura, Kamis (23/4/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, jajaran Forkopimda Papua, serta para pimpinan lembaga hukum di Bumi Cendrawasih.
“Bagi seorang aparatur peradilan, pengabdian tidak pernah berhenti. Ia hanya berganti bentuk, dari ruang persidangan menjadi keteladanan di tengah masyarakat,” ujar Suharto.
Penghormatan atas Integritas
Suharto menjelaskan bahwa wisuda purnabakti merupakan tradisi organisasi sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas loyalitas, integritas, dan konsistensi dalam menegakkan prinsip hukum.
Ia memberikan catatan khusus terhadap tantangan hakim di lingkungan peradilan agama. Menurutnya, perkara yang ditangani memiliki dimensi yang sangat kompleks karena bersentuhan langsung dengan aspek sosial, religius, hingga spiritual masyarakat.
“Perkara seperti keluarga, waris, hingga ekonomi syariah menuntut hakim memiliki ketajaman analisis dan keberanian dalam menegakkan keadilan,” tuturnya.
Kepada Ketua PTA Jayapura yang memasuki masa purna tugas, Suharto menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian panjangnya dalam mengawal pelayanan hukum di tanah Papua.
Refleksi bagi Aparatur Sipil
Di tempat yang sama, Kakanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, menyampaikan kekagumannya terhadap budaya organisasi di lingkungan Mahkamah Agung yang memberikan apresiasi luar biasa bagi para purnatugas.
Klemens menilai pesan dari Wakil Ketua MA menjadi pengingat penting bagi seluruh ASN, termasuk di lingkungan Kementerian Agama, bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah komitmen seumur hidup.
“Secara administratif memang purnatugas, tetapi pelayanan kepada umat berlangsung sepanjang hayat. Ini menjadi refleksi bagi kita semua untuk mengabdi secara maksimal sebelum memasuki masa pensiun,” kata Klemens.
Kehadiran Kemenag dalam acara ini juga mempertegas sinergi lintas instansi dalam mendukung penegakan hukum dan layanan keagamaan bagi masyarakat di Provinsi Papua.(Rilis)









