Jayapura, Papuaterdepan.com— Sebanyak 68 siswa kelas akhir di SMP Negeri 12 Jayapura mengikuti Asesmen Sekolah (AS) tahun 2025 yang dilaksanakan secara berbasis online. Hingga memasuki hari ketiga pelaksanaan, proses ujian dilaporkan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Kepala SMP Negeri 12 Jayapura Marthen Kambuaya mengatakan pelaksanaan asesmen dimulai sejak 4 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Jumat, 8 Mei 2026. Seluruh peserta mengikuti ujian secara bertahap sesuai pembagian sesi yang telah diatur pihak sekolah.
“Puji Tuhan sampai hari ketiga semua berjalan baik dan lancar. Kami berharap pelaksanaan asesmen ini terus berjalan sukses sampai selesai,” kata Marthen saat ditemui di Jayapura, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, pelaksanaan ujian dilakukan menggunakan sistem daring dengan dukungan perangkat komputer sekolah dan jaringan internet yang telah dipersiapkan sebelumnya. Untuk menunjang kelancaran ujian, sekolah memanfaatkan dua ruang laboratorium komputer serta beberapa ruang kelas tambahan.
Pembagian sesi dilakukan agar seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan tertib dan nyaman. Pada setiap sesi, pengawasan dilakukan langsung oleh guru dan panitia sekolah guna memastikan proses asesmen berjalan sesuai ketentuan.
Marthen menjelaskan, sebelum asesmen dimulai pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan teknis, mulai dari pengecekan perangkat komputer, simulasi sistem ujian, hingga memastikan kestabilan jaringan internet. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan selama pelaksanaan ujian berlangsung.
“Mulai hari pertama sampai sekarang tidak ada kendala berarti. Sistem ujian online berjalan baik dan anak-anak juga bisa mengikuti dengan tertib,” ujarnya.
Ia menilai pelaksanaan asesmen berbasis online memberikan sejumlah keuntungan, di antaranya mempercepat proses pengerjaan dan pengumpulan jawaban siswa, sekaligus meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Meski demikian, pihak sekolah tetap menyiapkan skema ujian susulan bagi siswa yang terlambat atau berhalangan hadir pada jadwal utama. Menurut Marthen, kebijakan tersebut diberikan agar seluruh peserta tetap memperoleh kesempatan mengikuti asesmen secara penuh.
“Kalau ada siswa yang terlambat atau berhalangan, nanti akan ikut ujian susulan setelah jadwal utama selesai,” katanya.
Selain memastikan kelancaran teknis pelaksanaan ujian, pihak sekolah juga meminta dukungan orang tua dalam mendampingi anak selama masa asesmen berlangsung. Orang tua diharapkan membantu menjaga kesehatan, waktu istirahat, serta kebutuhan belajar siswa di rumah.
“Kami berharap orang tua ikut memperhatikan kondisi anak-anak selama ujian, menjaga kesehatan mereka dan mendukung supaya mereka bisa memperoleh hasil yang baik,” ujar Marthen.
Asesmen Sekolah merupakan salah satu tahapan evaluasi akhir bagi siswa tingkat SMP untuk mengukur capaian pembelajaran selama menempuh pendidikan. Hasil asesmen tersebut nantinya menjadi bagian dari penilaian akhir sebelum siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.(Rilis)









