Jayapura, Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura, Ani Matdoan, menghadiri kegiatan silaturahmi Idul Adha 1447 Hijriah yang digelar di Pondok Pesantren Al-Manshurin Waena, Rabu (27/5/2026).
Kegiatan bertema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi” tersebut diselenggarakan oleh DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan sosial dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat majemuk.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kejaksaan Negeri Kota Jayapura, Kesbangpol, serta perwakilan tokoh lintas agama dari unsur Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Islam.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol penguatan moderasi beragama serta komitmen bersama dalam menjaga harmoni dan stabilitas sosial di Kota Jayapura.
Dalam kesempatan itu, Kakan Kemenag Kota Jayapura, Ani Matdoan, menyampaikan apresiasi atas konsistensi LDII Papua yang secara rutin menggelar kegiatan silaturahmi lintas sektor setiap perayaan Idul Adha.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperluas ruang kebersamaan lintas iman yang selama ini telah terjalin dengan baik di Papua.
“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi. Nilai-nilai ini menjadi sangat penting dalam memperkuat kehidupan sosial yang rukun dan harmonis,” ujar Ani.
Ia menambahkan bahwa moderasi beragama perlu terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat mampu hidup berdampingan dalam perbedaan dengan saling menghargai.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Papua, Sudarmo, menyampaikan bahwa jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan, dengan total 123 ekor sapi dan 71 ekor kambing di seluruh Papua.
Untuk wilayah Kota Jayapura, jumlah hewan kurban tercatat paling tinggi dibanding daerah lain, yakni sekitar 60 ekor sapi dan hampir 40 ekor kambing yang dihimpun melalui partisipasi jamaah.
Kegiatan silaturahmi ini diharapkan terus menjadi ruang penguatan sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta menjadikan Kota Jayapura sebagai daerah yang rukun dan damai.(Rilis)









