Merauke,Papuaterdepan.com – Perum BULOG menyatakan siap mendukung percepatan pengembangan kawasan pangan nasional di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, melalui penguatan penyerapan hasil panen petani dan pembangunan ekosistem pangan yang terintegrasi.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak yang dipimpin Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di kawasan cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu,(4/7).
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan peningkatan produksi pangan harus diimbangi dengan kepastian pasar bagi petani agar program swasembada pangan dapat berjalan berkelanjutan.
“BULOG berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal,” katanya.
Menurut Rizal, BULOG akan terus memperkuat perannya dalam menyerap gabah dan beras hasil panen petani guna memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sekaligus menjaga kesejahteraan petani.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian modern yang terintegrasi.
Ia menegaskan program cetak sawah yang sedang berjalan merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahan yang dikembangkan tetap menjadi milik masyarakat setempat.
“Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden,” ujar Amran.
Pemerintah, lanjut dia, tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha tani melalui dukungan sarana produksi, mekanisasi pertanian, dan jaminan pemasaran hasil panen.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan Papua Selatan kini menjadi wilayah terbesar dalam pengembangan kawasan pangan baru di Tanah Papua. Dari total 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare lahan optimalisasi yang dikembangkan di Papua, sekitar 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare lahan optimalisasi berada di Papua Selatan.
Untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,3 triliun pada 2026 yang digunakan untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana pertanian, termasuk penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang penyimpanan, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Pemanfaatan teknologi pertanian modern juga mulai menunjukkan hasil positif. Penggunaan traktor, drone pertanian, rice transplanter, dan combine harvester mampu meningkatkan produktivitas gabah yang sebelumnya sekitar tiga ton per hektare menjadi empat hingga tujuh ton per hektare.
Selain itu, indeks pertanaman yang saat ini telah mencapai dua kali tanam per tahun ditargetkan meningkat menjadi tiga kali tanam sehingga produksi pangan nasional dapat terus bertambah.
Peningkatan produktivitas tersebut turut berdampak pada kesejahteraan petani. Berdasarkan data pemerintah daerah, pendapatan petani di kawasan pengembangan meningkat hingga 300 persen setelah memanfaatkan program cetak sawah dan mekanisasi pertanian.
Sejalan dengan meningkatnya produksi, pemerintah juga menyiapkan pembangunan gudang BULOG di Merauke dengan kapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton. Gudang tersebut akan dilengkapi fasilitas pengering gabah dan unit pengolahan beras untuk menjaga kualitas hasil panen serta memperkuat rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi kawasan pertanian di Papua Selatan yang saat ini mencapai sekitar Rp1,3 triliun dapat meningkat hingga Rp13 triliun per tahun apabila target produktivitas tujuh ton per hektare dan indeks pertanaman tiga kali tanam per tahun dapat tercapai.
Melalui pengembangan kawasan pangan skala besar yang didukung modernisasi pertanian dan jaminan penyerapan hasil panen, Merauke diharapkan menjadi salah satu sentra produksi pangan strategis yang mampu menopang ketahanan pangan nasional pada masa mendatang.(Rilis)









