Jayapura, Papuaterdepan.com- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan aset negara yang tertib dan akuntabel melalui pelaksanaan serah terima Barang Milik Negara (BMN) dari pegawai yang mendapat penugasan baru.
Serah terima dilakukan oleh Yanshen Satahi Sihotang yang sebelumnya bertugas di Kanwil Kemenag Papua dan kini menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat.
Proses pengembalian aset tersebut dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima BMN Nomor B-2341/Kw.26.1.5/Ks.01.5/05/2026 sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan barang milik negara selama menjalankan tugas kedinasan.
Penyerahan dilakukan kepada Ketua Tim Umum dan Humas Kanwil Kemenag Papua Sri Maryati dan disaksikan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua Gatut Aryoko.
Aset yang dikembalikan terdiri atas satu unit sepeda motor Honda Vario lengkap dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan kunci kendaraan, serta satu unit komputer jinjing (laptop) yang selama ini digunakan untuk menunjang pelaksanaan tugas.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua Gatut Aryoko mengatakan pengembalian BMN merupakan kewajiban setiap aparatur yang mengalami mutasi, promosi, maupun perpindahan tugas agar pengelolaan aset negara tetap berjalan sesuai ketentuan.
Menurut dia, aset yang telah dikembalikan selanjutnya akan didata dan dialokasikan kembali sesuai kebutuhan organisasi sehingga pemanfaatannya dapat berlangsung secara efektif.
“Pengelolaan BMN yang baik tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aset, tetapi juga menyangkut tanggung jawab administrasi ketika pegawai berpindah tugas. Hal ini penting untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan aset negara,” ujarnya.
Selain penandatanganan berita acara, serah terima juga dilengkapi dengan dokumen Surat Izin Pemakai (SIP) sebagai bagian dari mekanisme administrasi pengelolaan BMN.
Kanwil Kemenag Papua menilai kepatuhan terhadap prosedur pengembalian aset negara menjadi salah satu indikator tata kelola pemerintahan yang baik. Karena itu, seluruh aparatur di lingkungan Kementerian Agama diharapkan menjadikan langkah tersebut sebagai budaya kerja dalam mendukung pengelolaan aset yang profesional.
Melalui penataan administrasi BMN yang berkelanjutan, Kanwil Kemenag Papua berupaya memastikan setiap aset negara tercatat, terkelola, dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(Rilis)









