Jayapura, Papuaterdepan.com— Pegawai Muslim di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua menggelar pengajian rutin di Musala Al-Ikhlas, Jayapura, Senin (4/5/2026). Selain menjaga konsistensi ibadah pasca-Ramadan, kajian ini digelar khusus untuk membekali pegawai dengan pemahaman mendalam mengenai ibadah haji dan umrah menjelang bulan Dzulhijjah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Islam (Kabid Pendis) M. Muzakir Asso, jajaran pejabat struktural, fungsional, serta staf Muslim Kanwil Kemenag Papua. Adapun tausiyah disampaikan oleh Ustaz Imam Rochimi.
Wukuf Jadi Perbedaannya Mendasar
Dalam ceramah yang disampaikan, Ustaz Imam Rochimi mengupas tuntas perbedaan rukun antara haji dan umrah yang wajib dipahami oleh umat Islam, khususnya bagi para Calon Jemaah Haji (CJH).
“Perbedaan paling mendasar adalah wukuf di Arafah, yang hanya terdapat dalam ibadah haji dan tidak ada dalam umrah. Haji memiliki enam rukun, sementara umrah hanya empat,” jelas Ustaz Imam.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk memaksimalkan ibadah di tempat-tempat mustajab doa saat berada di Tanah Suci, seperti Raudhah di Masjid Nabawi serta Multazam di dekat Ka’bah.
Aturan Penting Saat Tawaf
Secara teknis, Ustaz Imam menekankan bahwa ibadah haji dan umrah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan memerlukan validitas ilmu agar sah di mata hukum Islam. Beberapa poin krusial yang diingatkan saat melaksanakan tawaf di antaranya:
Menjaga Kesucian: Memastikan diri, pakaian, dan barang bawaan terbebas dari najis serta menutup aurat dengan sempurna.
Kain Ihram Laki-laki: Harus menutup area antara pusar hingga lutut secara konstan.
Larangan Fisik: Jemaah dilarang keras menyentuh kain kiswah maupun menginjak pondasi Ka’bah (Syadzarwan) saat tawaf karena dapat membatalkan keabsahan putaran.
Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Menutup kajiannya, Ustaz Imam mengajak seluruh pegawai memanfaatkan momentum emas pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak amal saleh, salah satunya adalah Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
“Puasa Hari Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu menghapus dosa dua tahun; setahun yang lalu dan setahun yang akan datang,” pungkasnya.
Melalui pengajian rutin ini, aparatur Kanwil Kemenag Papua diharapkan dapat terus mengasah kualitas spiritualitasnya dan menyebarkan edukasi keagamaan yang benar kepada masyarakat luas.(Rilis)









