Jayapura , Papuaterdepan.com– Sebanyak 344 anggota Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Papua resmi diberangkatkan untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Pelepasan dilakukan langsung oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Lukmen II Kantor Gubernur Papua, Kamis (11/6/2026).
Pelepasan ditandai dengan penyerahan pataka kontingen kepada Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Papua, Elia Loupatty, sebagai simbol kesiapan Papua bersaing pada ajang paduan suara gerejawi terbesar di Indonesia tersebut.
Dalam arahannya, Gubernur Mathius D. Fakhiri menegaskan bahwa Pesparawi tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni suara gerejawi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keimanan, persaudaraan, dan persatuan bangsa.
Menurutnya, para peserta yang berangkat ke Manokwari membawa tanggung jawab besar sebagai representasi masyarakat Papua di tingkat nasional. Karena itu, ia meminta seluruh anggota kontingen menjaga disiplin, sportivitas, dan semangat kebersamaan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
“Kontingen Papua harus tampil percaya diri, menunjukkan kualitas terbaik, dan menjadi contoh dalam membangun persaudaraan antardaerah. Kalian membawa nama besar Papua di panggung nasional,” kata Fakhiri.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan Papua tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga melalui pembinaan karakter, moral, dan kehidupan keagamaan masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang memperkuat nilai spiritual dan budaya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, memastikan Kementerian Agama akan terus mendampingi dan mendukung seluruh proses keikutsertaan kontingen Papua dalam Pesparawi Nasional.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam pembinaan umat dan pengembangan seni budaya keagamaan, khususnya di lingkungan umat Kristen.
“Kami berharap seluruh peserta menjaga kekompakan, kebersamaan, dan semangat melayani. Nilai-nilai damai harus menjadi kekuatan utama kontingen Papua selama mengikuti perlombaan,” ujar Klemens.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran lingkungan selama pelaksanaan kegiatan. Para peserta diimbau menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.
Ketua Umum LPPD Provinsi Papua, Elia Loupatty, menjelaskan bahwa kontingen yang diberangkatkan terdiri atas peserta lomba, pelatih, official, serta tim pendukung. Papua akan berpartisipasi dalam 12 kategori lomba yang mencakup paduan suara anak, remaja, pria, wanita, dewasa campuran, vokal grup, musik gereja, hingga kategori solo.
Menurut Elia, kehadiran Papua di Pesparawi Nasional tidak hanya bertujuan meraih prestasi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan identitas masyarakat Papua kepada peserta dari seluruh Indonesia.
“Kontingen Papua hadir sebagai duta daerah yang membawa semangat kebersamaan, keberagaman budaya, dan kemajuan Papua kepada masyarakat nasional,” ujarnya.
Selain mengikuti perlombaan, kontingen Papua juga akan ambil bagian dalam berbagai kegiatan pendukung seperti pameran pembangunan dan karnaval budaya yang menjadi bagian dari rangkaian Pesparawi Nasional XIV.
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan antarumat Kristiani dari berbagai daerah sekaligus memperkuat peran seni musik gerejawi dalam membangun karakter dan spiritualitas bangsa.(Rilis(









