Jayapura,Papuaterdepan.com– Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, umat Buddha di Papua akan menggelar doa dan puja bakti serentak sebagai bagian dari Zikir dan Doa Kebangsaan yang dilaksanakan pada 1 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi wujud partisipasi umat dalam mendoakan keselamatan bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman.
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Sarono, mengatakan doa kebangsaan merupakan bentuk kontribusi nyata umat Buddha dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan bangsa melalui pendekatan spiritual.
Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati selama puluhan tahun.
“Umat Buddha diajak memanjatkan doa bagi bangsa dan negara agar Indonesia tetap aman, damai, dan sejahtera. Doa ini juga menjadi ungkapan penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan,” kata Sarono, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, puja bakti yang dilaksanakan di vihara dan cetiya akan diisi dengan pembacaan Paritta atau doa-doa suci dalam ajaran Buddha. Selain memohon keselamatan bangsa, doa tersebut juga ditujukan untuk para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas dan keadilan.
Sarono menilai nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Buddha sejalan dengan semangat kebangsaan, yakni mengedepankan cinta kasih, toleransi, serta penghormatan terhadap sesama. Karena itu, doa kebangsaan menjadi sarana memperkuat komitmen umat Buddha dalam menjaga persatuan dan kerukunan di Indonesia.
Ia menambahkan, pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga fondasi moral dan spiritual yang kuat. Melalui doa bersama, umat Buddha diharapkan dapat memberikan energi positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kemerdekaan harus diisi dengan karya, pengabdian, dan semangat menjaga persatuan. Doa yang dipanjatkan umat Buddha merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Kanwil Kemenag Papua berharap kegiatan doa kebangsaan yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Papua dapat menjadi momentum mempererat persaudaraan antarsesama warga bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama yang selama ini tumbuh di Tanah Papua.
Melalui rangkaian doa tersebut, umat Buddha Papua menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga kedamaian, memperkokoh persatuan nasional, dan mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.(Rilis)









