Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com— Nuansa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026 di Papua akan diisi dengan gerakan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua menyatakan siap menggerakkan jajarannya untuk menyukseskan Gerakan Selawat Kebangsaan yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia.

Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat koordinasi secara daring yang diikuti Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua, Gatut Aryoko, bersama Tim Penerangan Agama Islam (Penais), Jumat (21/8/2026).

Rapat dari Papua berlangsung di Ruang Amsal Yowei, Kanwil Kemenag Papua, dan diikuti jajaran Kemenag dari tingkat pusat hingga daerah.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang tahun ini dikaitkan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Muchlis Hanafi, mengatakan konsep peringatan Maulid tidak diarahkan sekadar menjadi agenda tahunan yang bersifat seremonial.

Menurutnya, momentum Maulid harus dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali tradisi selawat sekaligus memperkenalkan keteladanan Rasulullah SAW kepada masyarakat.

“Kita ingin memeriahkan bulan Maulid ini dengan berbagai aktivitas, terutama mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kita berselawat,” ujar Muchlis.

Baca Juga :  Ketua PGPI Papua Imbau Warga Tenang Tanggapi Viral Video Pemusnahan Mahkota Burung Cenderawasih

1,7 Juta Orang Ditargetkan Ikut

Salah satu kegiatan utama yang disiapkan adalah pembacaan kitab Dalail Khairat secara bersama-sama di berbagai daerah Indonesia.

Program ini ditargetkan melibatkan 1.781.945 peserta. Pembacaan akan dilakukan selama bulan Rabiul Awal dan ditutup dengan khataman nasional.

Rangkaian pembacaan dijadwalkan mulai 31 Agustus hingga 7 September 2026. Puncak khataman nasional akan berlangsung pada 7 September secara hybrid.

Untuk Papua, rangkaian kegiatan di daerah direncanakan berlangsung hingga 8 September.

Dari Kantor Kemenag hingga Rumah Warga

Kabag TU Kanwil Kemenag Papua, Gatut Aryoko, mengatakan pelaksanaan di Papua akan dibuat terbuka dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Pegawai Kanwil Kemenag akan menjadi bagian dari kegiatan di tingkat provinsi. Sementara itu, jajaran Kemenag kabupaten/kota akan mengajak penyuluh agama, majelis taklim, organisasi Islam, sekolah, madrasah dan pesantren.

Pembacaan Dalail Khairat tidak harus dilakukan dalam sebuah kegiatan besar. Masyarakat dapat mengikutinya secara perorangan maupun bersama-sama.

Baca Juga :  Kemenag Papua Dorong Budaya Kerja ASN Dimulai dari Hal Sederhana

Lokasinya pun fleksibel, mulai dari kantor KUA, Kantor Kemenag, masjid, kampus hingga rumah bersama keluarga.

Pola tersebut diharapkan membuat gerakan dapat menjangkau masyarakat lebih luas dengan pelaksanaan yang sederhana.

“Prinsipnya low budget, high participation, high impact,” kata Muchlis.

Perkuat Kecintaan kepada Rasulullah dan Tanah Air

Selain khataman Dalail Khairat, Gerakan Selawat Kebangsaan juga menghadirkan Ngaji Sirah.

Kegiatan ini diarahkan untuk mengajak masyarakat mempelajari sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW sekaligus menggali nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemenag menilai perpaduan antara selawat, kajian sirah dan momentum kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, harmoni sosial dan kecintaan terhadap Indonesia.

Kanwil Kemenag Papua selanjutnya akan meneruskan koordinasi ke jajaran kabupaten/kota agar gerakan tersebut dapat dilaksanakan secara serentak dan melibatkan sebanyak mungkin masyarakat.

Dengan gerakan ini, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat akhlak, persatuan dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat Papua.(Rilis)

Berita Terkait

Casis Kodaeral X Jayapura Perkuat Stamina Lewat Pembinaan Fisik Terukur
Polemik Wakil Bupati Nduga Bergulir ke PTUN, Majelis Hakim Disebut Siapkan Penundaan Pelantikan
Yonif TP 810/BEM Bekali Siswa SMA Rajawali Hawai Wawasan Kebangsaan dan Disiplin
Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama
Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi
Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru
Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan
PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Casis Kodaeral X Jayapura Perkuat Stamina Lewat Pembinaan Fisik Terukur

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Polemik Wakil Bupati Nduga Bergulir ke PTUN, Majelis Hakim Disebut Siapkan Penundaan Pelantikan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Yonif TP 810/BEM Bekali Siswa SMA Rajawali Hawai Wawasan Kebangsaan dan Disiplin

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya