Kakanwil Kemenag Papua Sentil Pengurus IPARI: Jangan Cuma Bikin Program Bagus di Atas Kertas!

- Redaksi

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, memberikan tantangan emosional sekaligus strategis kepada pengurus Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Papua Periode 2023–2027. Kakanwil meminta mereka keluar dari zona nyaman dan melahirkan program kerja nyata yang langsung menyentuh akar rumput, khususnya anak jalanan dan kelompok rentan.

Hal tersebut ditegaskan Kakanwil saat memberikan arahan pada prosesi Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah IPARI Provinsi Papua di Aula Sasana Krida Bakti Kanwil Kemenag Papua, Rabu (20/05/2026).

Penyuluh Adalah Wajah Asli Kementerian Agama
Dalam sambutannya, Klemens Taran mengingatkan bahwa para penyuluh agama adalah ujung tombak institusi. Di pundak merekalah citra Kementerian Agama dipertaruhkan di mata masyarakat luas.

“Penyuluh agama harus menjadi garda terdepan Kementerian Agama. Orang melihat wajah Kemenag itu dari perilaku dan pelayanan penyuluh di lapangan,” ujar Kakanwil lugas.

Kakanwil mengapresiasi inovasi beberapa penyuluh yang mulai mendobrak sekat konvensional, seperti menjalin kerja sama pelayanan rohani dengan pihak rumah sakit. Ia meminta pola progresif ini diperluas ke ruang-ruang sosial lain, termasuk sekolah dan pusat pembinaan karakter.

Baca Juga :  Gatut Aryoko: Penyelesaian Temuan Audit Jadi Bagian Penguatan Tata Kelola Kemenag

Menolak Seremonial: Soroti Anak Sekolah yang Telantar di Jalanan
Sentilan keras diberikan Kakanwil terkait penyusunan program kerja organisasi yang sering kali terjebak dalam batas seremonial dan teori belaka. Ia meminta IPARI peka melihat realitas sosial di sekitar kantor, di mana masih banyak anak-anak usia sekolah yang menghabiskan waktu di jalanan tanpa pendampingan moral yang layak.

“Kita jangan hanya bicara program besar, sementara anak-anak di depan mata kita belum tersentuh. Lebih baik program sedikit tetapi berjalan dan berdampak, daripada banyak program tetapi tidak terlaksana. Jangan membuat program yang hanya bagus di atas kertas!” tantang Klemens.

Ia mendorong seluruh divisi IPARI—mulai dari bidang organisasi, SDM, advokasi, hingga lintas sektoral—untuk merumuskan formula pembinaan keagamaan yang inklusif demi menyelamatkan masa depan generasi muda Papua tersebut.

Baca Juga :  Kunjungi SMAKN Keerom, Dirjen Bimas Katolik Dorong Percepatan Asrama dan Penguatan Kualitas ASN

Misi Kemanusiaan Lintas Iman: “Dalam Kemanusiaan Kita Bersaudara”
Selain masalah sosial, penguatan moderasi beragama di bumi Cenderawasih menjadi amanat utama yang dititipkan kepada kepengurusan baru ini. Penyuluh agama dituntut memiliki wawasan lintas iman yang matang agar mampu menjadi jembatan perdamaian.

“Dalam iman kita mungkin berbeda, tetapi dalam kemanusiaan kita adalah saudara. Minimal memahami cara menghormati agama lain. Itu bagian dari moderasi beragama yang harus terus diperkuat,” tegasnya.

IPARI Papua Siap Jawab Tantangan Kakanwil

Merespons tantangan tersebut, Ketua IPARI Provinsi Papua yang baru dilantik, Hendrik Vallen Ayomi, menyatakan kesiapan jajarannya untuk langsung bergerak. Pelantikan ini disebutnya sebagai momentum emas untuk memperkuat pelayanan yang moderat, inklusif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kementerian Agama bekerja dalam semangat keberagaman. Karena itu, IPARI hadir untuk memperkuat kolaborasi, semangat berbagi, dan pelayanan lintas agama di Tanah Papua. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi kekuatan untuk bersama-sama melayani masyarakat Papua,” pungkas Vallen optimis.(Rilis)

Berita Terkait

Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap
Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat
Terendam Banjir 1,3 Meter Selama Enam Bulan, MI Ma’arif Mappi Butuh Gedung Baru
Imigrasi Jayapura Deportasi Pasutri Tiongkok, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Berburu Satwa Dilindungi
Merah Putih Menghiasi Mumugu, Satgas Yonif 300 dan Warga Rayakan HUT RI ke-81 dengan Gotong Royong
Lomba 17 Agustus hingga Tarian Adat Warnai Perayaan HUT RI di Aurimi Sarmi
Dari Kenyam untuk Indonesia, Satgas Yonif 300/Brajawijaya Gelar Upacara dan Lomba Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Terendam Banjir 1,3 Meter Selama Enam Bulan, MI Ma’arif Mappi Butuh Gedung Baru

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Imigrasi Jayapura Deportasi Pasutri Tiongkok, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Berburu Satwa Dilindungi

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya