Maulid Nabi 1448 H, Menag Nasaruddin Umar Dorong Akhlak Jadi Kekuatan Bangun Peradaban

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,Papuaterdepan.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Nasaruddin, akhlak bukan sekadar bagian dari perilaku pribadi, melainkan menjadi dasar penting dalam membangun kehidupan sosial dan peradaban yang lebih baik.

Pesan tersebut disampaikan Menag dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Nasaruddin mengatakan Rasulullah SAW mengawali perjuangan dakwahnya dengan membangun manusia melalui akhlak. Nilai tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi perubahan besar yang dibawa Islam.

“Akhlak adalah fondasi dari setiap peradaban. Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh,” ujar Nasaruddin.

Ia menilai kemajuan sebuah masyarakat tidak cukup hanya ditopang oleh perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, maupun kekuatan ekonomi. Semua kemajuan tersebut harus disertai tanggung jawab moral agar memberikan manfaat bagi kehidupan.

Dalam pandangan Menag, ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk kemaslahatan, kekuasaan dijalankan secara amanah, sementara kasih sayang dan penghormatan terhadap manusia menjadi bagian dari kehidupan sosial.

Teladan Rasulullah untuk Kehidupan Modern

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua Serahkan SK Kenaikan Pangkat: Ingatkan Rahasia Jabatan dan Kesiapan Mutasi

Nasaruddin mengatakan perjalanan dakwah Rasulullah SAW memberikan pelajaran bahwa perubahan peradaban dapat dimulai dari perubahan karakter manusia.

Ia mengingatkan kondisi masyarakat sebelum kedatangan Rasulullah SAW yang masih diwarnai penindasan terhadap kelompok lemah dan rendahnya penghormatan terhadap martabat manusia.

Kehadiran Rasulullah SAW membawa perubahan dengan menegakkan nilai tauhid sekaligus memperkuat prinsip keadilan, kasih sayang, ilmu pengetahuan dan penghormatan terhadap sesama.

“Transformasi yang dibawa Rasulullah SAW merupakan sebuah lompatan peradaban yang berakar pada nilai-nilai tauhid, pengembangan ilmu pengetahuan, penegakan keadilan, penguatan kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” katanya.

Menurut Nasaruddin, pesan tersebut tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Kemajuan teknologi yang semakin cepat harus diimbangi dengan kemampuan manusia menjaga nilai moral dan kemanusiaan.

Maulid Bukan Sekadar Seremoni

Menag juga mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui upaya meneladani perilaku dan ajarannya.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Innamā bu’itstu li utammima makārimal akhlāq”, yang berarti bahwa Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

Baca Juga :  Menteri PANRB apresiasi Menag Gusmen Perbaikai Tata kelola Kementerian Agama

Hadis tersebut, kata Nasaruddin, memperlihatkan betapa pentingnya akhlak dalam misi kenabian.

Karena itu, umat Islam diharapkan mampu membawa nilai-nilai keteladanan Rasulullah ke dalam berbagai ruang kehidupan, mulai dari keluarga, lingkungan kerja hingga kehidupan bermasyarakat.

Perkuat Kecintaan kepada Rasulullah

Nasaruddin turut mengajak umat Islam memperkuat rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak doa dan mengikuti ajaran yang telah beliau wariskan.

Ia mengatakan keterbatasan ruang dan waktu tidak menjadi penghalang bagi umat untuk terus meneladani Rasulullah.

“Keterpisahan oleh ruang dan waktu tidak pernah mengurangi cinta kita kepada Rasulullah SAW,” tuturnya.

Menag berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dapat mendorong umat Islam menjadi pribadi yang lebih baik serta ikut menciptakan lingkungan sosial yang menjunjung keadilan, kepedulian dan kasih sayang.

“Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk senantiasa meneladani akhlaknya dan menghidupkan ajarannya. Semoga kita semua menjadi bagian dari umat yang kelak memperoleh syafaat beliau di hari kemudian,” pungkas Nasaruddin.(Rilis)

Berita Terkait

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua
Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal
Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon
Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School
Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga
Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru
Kejati Papua Luncurkan Adhyaksa Peduli Nelayan, Kawal Operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya