JAYAPURA,Papuaterdepan.com — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua berlangsung dengan nuansa berbeda. Selain menjadi momentum peringatan kemerdekaan, upacara bendera juga menjadi ajang penghargaan atas pengabdian aparatur negara.
Empat pegawai Kanwil Kemenag Papua menerima Satyalancana Karya Satya, terdiri atas tiga pegawai dengan masa pengabdian 20 tahun dan satu pegawai dengan masa pengabdian 10 tahun.
Penghargaan diberikan dalam rangkaian upacara bendera yang diikuti jajaran pejabat dan pegawai Kanwil Kemenag Papua sebagai puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Tiga penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun yakni Evi Yanthi, S.E., M.M., Margaretha Nimba, S.E., dan Ainun Firdaus, A.Md.
Evi Yanthi bertugas sebagai Analis Sistem Informasi Pelaksanaan Anggaran Bidang Urusan Agama Kristen. Margaretha Nimba merupakan Penelaah Teknis Kebijakan pada Bidang Urusan Agama Kristen, sedangkan Ainun Firdaus bertugas sebagai Pengelola Data dan Penginformasi pada Pembimbing Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Papua.
Sementara itu, Jayanency Anastasia Manggelo, S.E., M.M., Penelaah Teknis Kebijakan pada Bidang Bimbingan Masyarakat Katolik, menerima Satyalancana Karya Satya atas masa pengabdian 10 tahun.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara terhadap dedikasi aparatur dalam menjalankan tugas dengan kesetiaan, kejujuran, kecakapan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Lebih dari sekadar penghargaan, Satyalancana Karya Satya menjadi simbol perjalanan panjang pengabdian sekaligus dorongan agar integritas dan profesionalitas terus dipertahankan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Perlombaan Jadi Ruang Mempererat Kekompakan
Semangat kemerdekaan di Kanwil Kemenag Papua juga dibangun melalui sejumlah perlombaan yang digelar hampir sepekan sebelum upacara puncak.
Kegiatan tersebut melibatkan pegawai dari berbagai unit kerja. Selain menghadirkan suasana rekreatif, perlombaan menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan persaudaraan di tengah kesibukan menjalankan tugas kedinasan.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua Klemens Taran mengatakan peringatan kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan memperkuat persatuan dan semangat pengabdian.
“Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya tentang merayakan usia kemerdekaan, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan meneruskan semangat para pejuang melalui pengabdian,” ujar Klemens.
Nilai kerja sama terlihat jelas dalam lomba tarik tambang. Bimas Hindu dan Buddha menjadi juara pertama, disusul Bidang Pendidikan Islam sebagai juara kedua dan perwakilan staf di posisi ketiga.
Dominasi Bimas Hindu dan Buddha kembali terlihat pada lomba suiten lompat. Juara kedua diraih perwakilan staf, sementara Bidang Pendidikan Islam berada di posisi ketiga.
Pada lomba drop bola pingpong, Bimas Hindu dan Buddha kembali keluar sebagai pemenang. Bidang Pendidikan Kristen meraih juara kedua dan Bidang Pendidikan Islam menjadi juara ketiga.
Untuk lomba estafet balon, Sekretariat Jenderal menjadi pemenang. Bimas Hindu dan Buddha menempati posisi kedua, sedangkan Bimas Islam meraih juara ketiga.
Lomba kipas ikan dimenangkan Bidang Pendidikan Kristen. Bimas Katolik berada di posisi kedua dan Bidang Pendidikan Islam menempati posisi ketiga.
Bakat Pegawai Ikut Dipertandingkan
Semarak HUT RI juga diwarnai lomba karaoke yang memberikan ruang kepada pegawai untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas di luar tugas kantor.
Dina Melinda Saragih meraih juara pertama, Zem Tima menjadi juara kedua, dan Gayati menempati posisi ketiga.
Sementara itu, kreativitas dalam menciptakan suasana kerja diuji melalui lomba menghias ruangan. Bagian Kepegawaian dan Hukum berhasil meraih juara pertama dengan nilai 292 poin.
Bagi Klemens, berbagai perlombaan tersebut bukan sekadar mencari pemenang. Ada pesan kebersamaan yang ingin dibangun melalui setiap kegiatan.
Menurutnya, semangat gotong royong, sportivitas, kekompakan, dan sikap saling menghargai yang muncul selama perlombaan harus menjadi budaya dalam pekerjaan sehari-hari.
Pengabdian Jadi Makna Kemerdekaan
Klemens menegaskan, kemerdekaan harus diisi melalui kontribusi nyata. Karena itu, seluruh pegawai Kemenag Papua diharapkan membawa semangat peringatan HUT RI ke dalam pelaksanaan tugas.
Kemenag memiliki tanggung jawab strategis dalam memperkuat kerukunan umat beragama, moderasi beragama, pembangunan karakter, pendidikan keagamaan, serta pelayanan publik.
“Saya berharap semangat yang kita bangun dalam perayaan HUT ke-81 ini tidak berhenti pada kegiatan perlombaan. Kebersamaan, gotong royong, sportivitas, dan saling menghargai harus kita bawa dalam pelaksanaan tugas,” katanya.
Ia menegaskan seluruh jajaran Kemenag merupakan satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kanwil Kemenag Papua tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk menghargai pengabdian, memperkuat kekompakan, dan meneguhkan kembali komitmen aparatur dalam melayani masyarakat.(Rilis)









