Jayapura,inbrek.com– Panggung Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Kerukunan Jawa Sunda Madura (DPW HKJSM) Provinsi Papua di PTC Entrop, Kota Jayapura, tidak hanya menghadirkan artis dangdut asal Banyuwangi, Jawa Timur, Wandra Restusiyan.
Di balik kemeriahan penampilan Wandra, grup orkes dangdut lokal Esmeralda Genk ikut mengambil bagian dalam menghidupkan panggung hiburan tersebut. Grup yang dikenal dengan slogan “Kok Becik Aku” itu menjadi salah satu kekuatan musik lokal yang mendukung rangkaian pertunjukan.
Ketua Seksi Acara Gebyar Kemerdekaan RI ke-81 DPW HKJSM Provinsi Papua, Imron Rosadi, mengatakan kehadiran musisi lokal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari konsep kegiatan.
“Kami tidak hanya ingin menghadirkan artis dari luar daerah. Musisi lokal juga harus mendapat ruang untuk tampil dan menunjukkan kemampuannya,” kata Imron di Jayapura,Selasa,(1/9).
8
Menurutnya, Esmeralda Genk dipilih karena memiliki pengalaman dan cukup dikenal di kalangan pencinta musik dangdut di Kota Jayapura.
Grup yang dipimpin Rikaldi AW atau Riki tersebut selama ini aktif mengisi berbagai panggung hiburan masyarakat. Dari kawasan Jalan Abe 1, Koya Barat, Esmeralda Genk berkembang menjadi salah satu grup orkes dangdut yang ikut meramaikan industri musik lokal.
Imron menilai keberadaan grup musik lokal dalam kegiatan berskala besar seperti Gebyar Kemerdekaan memberikan kesempatan bagi para pelaku seni untuk berkolaborasi sekaligus memperluas pengalaman.
Wandra Jadi Daya Tarik Utama
Wandra Restusiyan menjadi salah satu magnet utama dalam kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut.
Penyanyi asal Banyuwangi itu tampil di hadapan masyarakat Jayapura dengan membawakan lagu-lagu dangdut yang membuat suasana PTC Entrop semakin semarak.
Penampilan Wandra juga diperkuat sejumlah penyanyi dangdut yang turut tampil dalam rangkaian konser, di antaranya Ikez Sanjaya, Happy Asmara, dan Noni Kharisma.
Noni Kharisma dikenal sebagai salah satu penyanyi yang pernah mengikuti ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2019.
Kehadiran sejumlah penyanyi tersebut membuat panggung Gebyar Kemerdekaan tidak hanya menjadi pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang hiburan bagi masyarakat Jayapura untuk merayakan momentum kemerdekaan.
Musisi Lokal Dapat Panggung
Imron mengatakan salah satu pesan yang ingin dibawa melalui kegiatan tersebut adalah pentingnya memberikan ruang bagi seniman lokal.
Menurutnya, perkembangan industri musik di Papua membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk penyelenggara kegiatan yang bersedia melibatkan musisi daerah.
“Musisi lokal memiliki potensi. Karena itu, setiap ada kegiatan besar, sebisa mungkin kami memberikan ruang agar mereka dapat tampil dan berkolaborasi,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi Esmeralda Genk dengan penyanyi yang didatangkan dari luar Papua menunjukkan bahwa musisi lokal memiliki kemampuan untuk berada dalam satu panggung dengan artis yang sudah memiliki nama di tingkat nasional.
Bagi Esmeralda Genk, kesempatan tersebut juga menjadi pengalaman sekaligus bentuk kontribusi terhadap kegiatan masyarakat di Kota Jayapura.
Bukan Sekadar Hiburan
Gebyar Kemerdekaan yang digelar DPW HKJSM Provinsi Papua tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan hiburan.
Menurut Imron, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat serta membangun suasana kebersamaan melalui seni dan musik.
“Semangatnya adalah kebersamaan. Kita merayakan kemerdekaan bersama masyarakat, sekaligus memberikan hiburan yang bisa dinikmati semua kalangan,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Papua. Kehadiran unsur pemerintah daerah menambah semarak kegiatan yang dipusatkan di kawasan PTC Entrop tersebut.
Imron mengatakan keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa kegiatan seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Musik dangdut, kata dia, dipilih karena memiliki basis penggemar yang luas dan mudah diterima berbagai kelompok masyarakat.
Esmeralda Genk Terus Warnai Dangdut Jayapura
Sementara itu, Esmeralda Genk terus berupaya mempertahankan eksistensinya di tengah perkembangan musik hiburan di Kota Jayapura.
Di bawah kepemimpinan Rikaldi AW atau Riki, grup tersebut membawa identitas tersendiri melalui slogan “Kok Becik Aku”.
Keterlibatan mereka dalam konser Wandra menjadi salah satu contoh bahwa grup musik lokal dapat mengambil peran dalam kegiatan yang menghadirkan artis dari luar daerah.
Imron berharap semakin banyak kegiatan di Papua yang memberikan ruang kepada musisi lokal sehingga potensi seni dan kreativitas anak-anak daerah dapat terus berkembang.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Gebyar Kemerdekaan RI ke-81, mulai dari para artis, musisi lokal, panitia hingga masyarakat yang hadir.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kegiatan ini. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus menjadi ruang kebersamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Gebyar Kemerdekaan RI ke-81 DPW HKJSM Papua akhirnya tidak hanya meninggalkan kemeriahan konser Wandra Restusiyan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana musisi lokal seperti Esmeralda Genk dapat menjadi bagian penting dalam sebuah pertunjukan besar.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa panggung musik di Jayapura semakin terbuka bagi pertemuan antara talenta lokal dan artis dari luar daerah.(Redaksi)









