Kemenag Papua Dorong Madrasah dan Pesantren Aktif Cegah Kekerasan Lewat Program AMAN

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,Papuaterdepan.com— Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan terus didorong Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua. Madrasah dan pondok pesantren diminta tidak hanya memiliki mekanisme penanganan ketika terjadi persoalan, tetapi juga memperkuat pencegahan sejak dini.

Salah satu instrumen yang diperkenalkan Kementerian Agama adalah Program AMAN atau Aplikasi Manajemen Anti Kekerasan. Platform ini menjadi kanal bagi warga satuan pendidikan untuk menyampaikan laporan maupun pengaduan terkait dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan agama dan keagamaan.

Implementasi program tersebut kini mulai diperkuat di sejumlah lembaga pendidikan keagamaan di Papua.

Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Kota Jayapura, H. Nawir, Lc., mengatakan pihaknya telah mengetahui keberadaan platform AMAN Kemenag, namun sosialisasi secara menyeluruh kepada warga pesantren masih dalam tahap persiapan.

Menurut dia, penyampaian informasi mengenai mekanisme pelaporan perlu dilakukan secara tepat agar guru, tenaga kependidikan, santri dan orang tua memahami fungsi serta tujuan program tersebut.

“Kami sudah mengetahui keberadaan website AMAN Kemenag. Untuk sosialisasi di lingkungan pesantren, kami masih menunggu waktu dan momentum yang tepat,” kata Nawir.

Ia menyebut sosialisasi dapat dilakukan melalui rapat dewan guru, pertemuan orang tua maupun kegiatan khusus yang melibatkan seluruh unsur pesantren.

Nawir menilai keberadaan kanal pelaporan menjadi langkah penting karena tidak semua persoalan di lingkungan pendidikan mudah disampaikan secara terbuka.

Karena itu, ia mendorong Kemenag memperluas sosialisasi Program AMAN, termasuk menyediakan panduan penggunaan yang sederhana dan mudah diakses melalui telepon seluler.

Baca Juga :  Dukung Festival Sagu Papua 2026, Kemenag Siapkan Layanan Sertifikasi Halal bagi UMKM

“Edukasi kepada siswa dan santri sangat penting agar pemanfaatan aplikasi ini dapat berjalan lebih optimal dan benar-benar menjadi alat perlindungan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Berbeda dengan pesantren DDI yang masih mempersiapkan sosialisasi, MIN Kota Jayapura telah menyampaikan informasi mengenai Program AMAN kepada internal madrasah dan orang tua siswa.

Kepala MIN Kota Jayapura, Laily Kurniasari, S.Pd.SD., M.Pd., mengatakan informasi mengenai AMAN disampaikan kepada guru dan tenaga kependidikan melalui komunikasi internal serta rapat dewan guru.

Sosialisasi juga diperluas kepada orang tua melalui grup WhatsApp masing-masing kelas.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat MIN Kota Jayapura memiliki 1.018 peserta didik. Jumlah siswa yang besar membuat komunikasi antara madrasah dan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga lingkungan pendidikan tetap aman.

“Website AMAN kami sosialisasikan secara luas kepada seluruh wali murid melalui grup WhatsApp masing-masing kelas sehingga informasi dapat menjangkau seluruh orang tua secara cepat dan efektif,” jelas Laily.

Menurut Laily, keberadaan AMAN dapat menjadi tambahan saluran komunikasi antara madrasah dengan masyarakat, khususnya ketika terdapat persoalan yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.

Namun, ia mengingatkan agar kanal pengaduan tidak digunakan secara sembarangan. Setiap laporan harus diperiksa dan diklarifikasi sehingga penyelesaian masalah tidak merugikan pihak yang belum terbukti melakukan pelanggaran.

Baca Juga :  Bersihkan Polusi Sungai, Umat Buddha Jayapura Guyur Kali Acai dengan Eco Enzyme

“Penggunaan website AMAN Kemenag harus tetap mengedepankan unsur tabayyun. Setiap laporan perlu diklarifikasi dengan baik agar permasalahan utamanya dapat dipahami secara objektif,” katanya.

Upaya menciptakan lingkungan aman di MIN Kota Jayapura juga dilakukan melalui berbagai kegiatan pembiasaan. Madrasah menerapkan budaya senyum, sapa dan salam saat menyambut peserta didik, serta kegiatan keagamaan seperti salat duha dan tadarus.

Penguatan karakter siswa juga dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler yang dikembangkan melalui Kurikulum Berbasis Cinta.

Laily mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Ruang Aman dan Nyaman Anak atau RANA yang menempatkan kenyamanan dan perlindungan peserta didik sebagai bagian penting dari proses pendidikan.

Dengan demikian, Program AMAN diharapkan tidak berhenti sebagai aplikasi pelaporan. Kehadirannya perlu diikuti dengan perubahan budaya di lingkungan madrasah dan pesantren, sehingga potensi kekerasan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Kanwil Kemenag Papua pun mendorong seluruh unsur pendidikan keagamaan untuk mengambil peran dalam membangun lingkungan yang aman. Pimpinan lembaga, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua dan masyarakat diharapkan bersama-sama menciptakan ruang pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan rasa aman dan perlindungan bagi setiap anak.

Program AMAN pada akhirnya diharapkan menjadi bagian dari sistem perlindungan yang lebih kuat, sekaligus mendorong madrasah dan pesantren di Papua menjadi tempat belajar yang aman, nyaman dan bebas dari kekerasan.(Rilis)

Berita Terkait

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga
SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura
Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura
Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:36 WIB

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga

Rabu, 2 September 2026 - 15:19 WIB

SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura

Rabu, 2 September 2026 - 08:16 WIB

Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya