Jayapura,PapuaterdepN.com – Kontingen Papua yang akan mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 mendapat pesan khusus untuk menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam karakter dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran dan Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menjelang keberangkatan peserta menuju Malang, Jawa Timur, lokasi pelaksanaan PPSN VI yang berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026.
Klemens mengatakan para santri Papua membawa tanggung jawab sebagai duta daerah dalam pertemuan santri dari berbagai provinsi di Indonesia. Karena itu, selain menunjukkan kedisiplinan dan semangat kebersamaan, peserta juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, tema lingkungan yang diusung dalam PPSN VI sejalan dengan program ekoteologi Kementerian Agama yang mengajak umat beragama menjadikan pelestarian alam sebagai bagian dari nilai keimanan.
“Menjaga kebersihan, mengurangi sampah, menghemat penggunaan air dan energi, hingga merawat tanaman merupakan bentuk tanggung jawab yang harus ditunjukkan oleh setiap peserta,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menilai PPSN menjadi wadah penting untuk membangun karakter generasi muda yang berintegritas, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.
Ia mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas wawasan, mempererat persaudaraan antardaerah, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai positif yang dimiliki masyarakat Papua.
“Jaga nama baik Papua, hormati perbedaan, bangun persahabatan, dan ambil pelajaran sebanyak mungkin selama mengikuti kegiatan,” kata Mathius.
PPSN VI digelar di Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan nasional tersebut mengangkat tema “Pramuka Santri Nusantara: Membentuk Karakter, Merawat Lingkungan, Meneguhkan Kebangsaan, dan Berdaya Saing Global.”
Dalam pelaksanaannya, PPSN VI mengusung gerakan “Santri Indonesia Menjaga Alam” (SI MALA) sebagai kampanye utama yang mendorong santri untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.
Melalui ajang ini, para santri diharapkan tidak hanya pulang membawa pengalaman dan prestasi, tetapi juga membawa semangat baru untuk mengajak masyarakat menjaga bumi sebagai amanah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.(Rilis)









