Jayapura,Papuaterdepan.com- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua diingatkan untuk menjadikan integritas, kejujuran, dan kesetiaan sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Pendeta Syane Anthonie saat memimpin Ibadah Oikumene dan Renungan Pagi ASN di Aula Sasana Krida Bhakti Kanwil Kemenag Papua, Senin,(22/6)
Mengangkat tema *”Berjalan di Jalan Tuhan dengan Integritas dan Kesetiaan”*, Syane menekankan bahwa nilai-nilai kebenaran harus menjadi pedoman dalam kehidupan pribadi maupun profesional seorang aparatur negara.
Menurut dia, Firman Tuhan dalam Hosea 14:10 mengajarkan bahwa jalan Tuhan selalu benar dan lurus, sehingga setiap orang dipanggil untuk menyesuaikan hidupnya dengan kehendak Tuhan, bukan sebaliknya.
“Jalan Tuhan tidak pernah berubah. Yang sering kali menjadi persoalan adalah manusia yang enggan berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, diperlukan kerendahan hati dan kesediaan untuk terus memperbaiki diri,” katanya.
Dalam khotbahnya, ia menguraikan sejumlah pesan penting, antara lain pentingnya hidup dalam kebenaran, tidak menunda pertobatan, serta menjaga kesetiaan kepada nilai-nilai iman di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Ia juga mengingatkan bahwa kesalahan atau kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan seseorang karena selalu ada kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki diri melalui pertobatan yang sungguh-sungguh.
Berkaitan dengan tugas sebagai ASN, Syane menekankan bahwa integritas harus tercermin dalam setiap keputusan, penggunaan kewenangan, serta tanggung jawab yang diemban dalam lingkungan kerja.
Selain itu, pelayanan kepada masyarakat harus dipandang sebagai bentuk pengabdian yang dilakukan dengan penuh kasih, kesabaran, dan ketulusan.
“Jangan melihat masyarakat yang datang untuk dilayani sebagai beban pekerjaan. Mereka adalah bagian dari tugas pelayanan yang harus diterima dengan sikap ramah dan penuh kepedulian,” ujarnya.
Ia juga mengajak ASN Kemenag Papua untuk tetap teguh memegang prinsip-prinsip kebenaran meskipun dihadapkan pada berbagai godaan atau tekanan yang dapat memengaruhi profesionalisme dalam bekerja.
Menurut dia, karakter yang baik akan menjadi kesaksian nyata bagi masyarakat, sehingga ASN tidak hanya dikenal karena kinerjanya, tetapi juga karena sikap hidup yang mencerminkan nilai-nilai moral dan spiritual.
Melalui kegiatan pembinaan rohani tersebut, Kanwil Kemenag Papua berharap seluruh ASN semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan yang humanis.
Ibadah Oikumene rutin yang dilaksanakan di lingkungan Kanwil Kemenag Papua menjadi bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual aparatur guna mendukung terciptanya budaya kerja yang bersih, melayani, dan penuh tanggung jawab.









