JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Tokoh agama di Tanah Papua, Pendeta Yonas Wenda, menegaskan pentingnya peran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Papua. Ia menilai stabilitas keamanan menjadi fondasi utama bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai.
Pendeta Yonas, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Sinode Gereja Injili di Indonesia (KINGMI) di Tanah Papua, menyampaikan dukungannya terhadap langkah-langkah Polri dalam penegakan hukum, termasuk upaya menghadapi aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata.
“Sebagai tokoh agama, saya menolak segala bentuk kekerasan. Saya juga mendukung upaya Polri, khususnya Polda Papua, dalam menjaga toleransi, persatuan, dan rasa aman di tengah masyarakat,” ujar Yonas saat ditemui di Jayapura, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, situasi keamanan yang kondusif sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang serta mendukung proses pembangunan di Papua. Ia mengapresiasi kehadiran aparat kepolisian yang terus berupaya menciptakan rasa aman melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat.
Yonas berharap Polri tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis dalam menjalankan tugasnya, sehingga hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat dapat terjalin dengan baik. Ia menilai kepercayaan publik merupakan kunci dalam menjaga stabilitas keamanan jangka panjang.
Selain menyoroti isu keamanan, Pendeta Yonas juga menanggapi wacana yang berkembang terkait kemungkinan penempatan Polri di bawah kementerian tertentu. Ia berpandangan bahwa gagasan tersebut tidak sejalan dengan semangat reformasi yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade.
“Saya mendukung agar Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Struktur ini penting untuk menjaga independensi dan profesionalisme institusi kepolisian,” katanya.
Ia menambahkan, setiap persoalan yang muncul di tubuh institusi negara, baik Polri, TNI, maupun lembaga pemerintahan lainnya, seharusnya diselesaikan melalui pembenahan internal dan penguatan sistem, bukan dengan perubahan kelembagaan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Pendeta Yonas juga mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk berperan aktif menjaga kedamaian dengan menolak kekerasan dan mengedepankan dialog. Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga.
“Papua yang damai hanya bisa terwujud jika kita semua berkomitmen menjaga persatuan dan saling menghormati,” ujarnya.








