JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua meluncurkan pendekatan baru dalam membina kerukunan di kalangan pelajar melalui sosialisasi “Kurikulum Cinta” dan Early Warning System (EWS) Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, di Aula SMK Negeri 2 Jayapura, Kamis (4/12/2025). Pembukaan ditandai dengan penabuhan tifa, didampingi oleh Plt Kepala Sekolah SMKN 2 Jayapura, Feronika Munthe, serta perwakilan siswa lintas agama.
Dalam sambutannya, Klemens menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta bukan sekadar materi pelajaran moral biasa. Lebih dari itu, ini adalah metode untuk membentuk cara pandang dan pola interaksi generasi muda agar lebih humanis.
“Kurikulum ini ingin membangun karakter pelajar Indonesia yang berakhlak, saling menghargai, mampu bekerja sama dalam perbedaan, dan memiliki empati terhadap sesama,” ujar Klemens.
Relevan untuk Gen Z dan Era Digital
Klemens menilai program ini sangat relevan bagi siswa SMK yang hidup di tengah arus informasi digital yang deras. Menurutnya, siswa kini berhadapan dengan kemajemukan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di dunia maya yang rawan gesekan.
Oleh karena itu, Kemenag menyandingkan kurikulum ini dengan pengenalan EWS atau sistem peringatan dini. Tujuannya agar siswa mampu mendeteksi potensi konflik seperti hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi sebelum menyebar luas.
“Siswa-siswi SMKN 2 Jayapura diharapkan menjadi duta kerukunan di era digital dengan menolak hoaks dan membangun komunikasi damai,” tegasnya.
Gagas Forum FAMILI
Sebagai tindak lanjut konkret, Klemens menggagas pembentukan wadah komunikasi bernama FAMILI, akronim dari Forum Muda Mudi Lintas Iman. Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pelajar dari berbagai latar belakang keyakinan.
“Saya berharap kegiatan ini menghasilkan pemahaman baru, kerja sama yang berkelanjutan, serta komitmen menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman, inklusif, dan penuh persaudaraan,” harap Klemens.
Apresiasi Pihak Sekolah
Plt Kepala SMKN 2 Jayapura, Feronika Munthe, menyambut positif inisiatif ini. Ia berharap sosialisasi semacam ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, melainkan menjadi agenda rutin.
“Saya percaya ketika ini menjadi agenda rutin di sekolah, maka Provinsi Papua, khususnya Kota Jayapura, akan mengalami kemajuan luar biasa dalam hal kerukunan,” tuturnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta didik yang mewakili agama Islam, Kristen, dan Katolik.(Rilis)









