Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana, Menag Nasaruddin Umar: Sumber Inspirasi Rawat Persatuan Bangsa

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa momentum peringatan Nuzulul Qur’an harus menjadi sumber inspirasi bagi seluruh elemen bangsa. Nilai-nilai di dalamnya dinilai esensial untuk merawat persatuan dan mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang damai.

Pesan kebangsaan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Acara yang mengusung tema “Mewujudkan Al-Qur’an sebagai Rahmat Alam Semesta” ini turut dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Agama Romo Syafii, serta jajaran pimpinan Kementerian dan Lembaga dalam Kabinet Merah Putih.

Lebih dari Sekadar Bacaan

Dalam pidatonya, Menag Nasaruddin Umar menjabarkan hakikat diturunkannya Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dan rahmat bagi peradaban manusia. Ia menekankan bahwa nilai-nilai universal yang terkandung di dalam kitab suci tersebut harus mampu diejawantahkan dalam ruang publik.

Baca Juga :  Dorong Reformasi Birokrasi, Kakanwil Kemenag Papua: Kita Tidak Punya Pilihan Selain Bergerak Maju

Menurut Menag, Al-Qur’an tidak boleh hanya berhenti sebagai bahan bacaan spiritual semata, melainkan harus dihidupkan sebagai pedoman utama dalam berbangsa dan bernegara.

“Dengan semangat itulah kita berharap peringatan Nuzulul Qur’an harus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa ini untuk menghadirkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa kemanfaatan,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peringatan kenegaraan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama bangsa Indonesia untuk mengamalkan ajaran agama secara konkret. Implementasi nilai tersebut dalam roda pembangunan dipercaya akan melahirkan keteguhan tekad dalam memimpin menuju kebaikan bersama.

Urgensi Mendoakan Pemimpin

Pada kesempatan yang sama, Menag juga memberikan refleksi mendalam mengenai pentingnya mendoakan para pemimpin bangsa. Menurutnya, kebaikan dan integritas seorang pemimpin akan secara otomatis membawa dampak positif bagi kemaslahatan seluruh rakyatnya.

“Jika aku tunjukkan (doa) untuk diriku sendiri, maka manfaatnya hanya kembali kepada aku. Tetapi jika aku tunjukkan untuk pemimpin, maka kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi manusia dan bagi mereka,” tuturnya.

Baca Juga :  Klemens Taran: pegawai Kementerian Agama harus jadi contoh dalam kedisiplinan dan berinovasi

Wujud Nyata Kepedulian Sosial

Menutup arahannya, Menag mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun peradaban yang berkeadilan. Ia berharap momentum Ramadan ini semakin mempertebal komitmen nasional dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia.

Sebagai bentuk nyata pengejawantahan nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Al-Qur’an, Kementerian Agama turut menghadirkan 30 anak yatim piatu dari panti asuhan ke Istana Negara. Dalam momen penuh kehangatan tersebut, anak-anak yatim ini menerima paket bantuan langsung dari pemerintah.

“Semoga peringatan Nuzulul Qur’an ini semakin memperkuat komitmen kita untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman di dalam pembangunan bangsa yang damai dan bermanfaat,” pungkas Menag.(Rilis)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya