Christian Sohilait Usai Jenguk AS: Pelaku Harus Dihukum Berat

- Redaksi

Senin, 6 Januari 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepancom, Jayapura – Penjabat Wali Kota Jayapura Christian Sohilait menegaskan akan terus mengawal kasus penganiayaan yang menimpa AS usia 5 tahun, anak yang disiksa oleh orang tua angkatnya yakni NS, 36 tahun dan istrinya JY, 36 tahun.

Kepada media ini, Christian Sohilait mengatakan telah membesuk AS dan bertemu dengan pendampingnya serta dokter yang menangani. Menurutnya, saat ia menjenguk korban dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan saat masuk di rumah sakit.

”Dari hasil penglihatan saya, dia (AS) sudah mulai kelihatan membaik. Saya juga sudah melihat kondisi kaki dan tangannya patah, kemudian ada luka di bibir dan sekujur tubuhnya. Syukurnya anak tersebut sangat kooperatif jika ditanya tentang perlakuan orang tuanya pada saya. Perlakuan ini sangat tidak manusiawi” jelasnya saat ditemui di Rs. Bhayangkara, Kota Jayapura, Minggu 5 Januari 2025.

Saat menjenguk, Christian Sohilait juga telah berkoordinasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak terkait bagian apa saja yang bisa diambilalih oleh Pemerintah Kota Jayapura. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan kejadian ini bukan saja terjadi kepada AS namun itu bisa terjadi juga kepada anak yang lain

Baca Juga :  KPU Kota Jayapura Umumkan Hasil Rekapitulasi Suara, ABR-HARUS Unggul

”Mungkin ada banyak orangtua yang punya anak kandung akibat gaya hidup orangtua atau perilaku orangtua yang mabuk dan suka melampiaskan kepada anak-anak. Melalui media ini, saya juga mengimbau kepada masyarakat yang tengah mendapati informasi seperti ini (agar segera melaporkan ke pihak berwajib. Mari kita sama-sama jaga kita punya anak. Khusus yang lapor saya jamin keamanan dan perlindungan kepada pelapor termasuk warga sekitar dengan berkoordinasi dengan aparat kepolisian,” katanya.

Christian Sohilait mengatakan, saat ini kepolisian tengah melakukan pengusutan kasus penganiayaan terhadap bocah AS ”Saya pikir Polisi akan melihat kasus ini dengan baik dan saya pikir memang harus dihukum berat (agar ada efek jera) untuk jadi pelajaran untuk yang lain. Bahwa kalau kita mempunyai anak harus juga ikut bertanggungjawab, kalaupun kita ambil anaknya orang lain untuk adopsi kita juga harus ikut tanggungjawab.,” ujarnya

Baca Juga :  Bank Mandiri Kunjungi Kemenag Papua, Tegaskan Pengajuan Kredit ASN Kini Tanpa Tahan SK

Ditanya soal jaminan keamanan yang dihadapi oleh pelapor dan saksi mata dalam kasus ini, Christian mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian ” Saya juga mau mengingatkan kepada mereka yang ingin mengganggu proses ini bahwa kasus ini bukan pelanggaran main-main. Karena itu (pelaku) juga sedang diawasi bukan hanya pelapor tapi seluruh masyarakat (Kota Jayapura) yang sedang mengawasi. Jadi kalau (pelaku) bikin tindakan diluar aturan maka (pelaku) akan berhadapan dengan hukum. Ini proses sedang berjalan di Kepolisian dan jangan bikin gerakan tambahan lagi,” tegasnya.*

Berita Terkait

Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo
100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI
Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia
Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Matangkan Persiapan untuk 100 Ribu Peserta di Monas
Kemenag Papua Dorong Umat Beragama Jadikan Doa sebagai Energi Persatuan Bangsa
Umat Buddha Papua Gelar Doa Serentak untuk Bangsa, Kemenag Ajak Perkuat Semangat Kebangsaan
Bagikan Sembako kepada Warga, Dewan Adat Sarmi Perkuat Semangat Kebangsaan
Jelang Aksi KNPB, Richard Ohee Serukan Masyarakat Utamakan Persatuan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:16 WIB

100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:07 WIB

Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:35 WIB

Kemenag Papua Dorong Umat Beragama Jadikan Doa sebagai Energi Persatuan Bangsa

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:25 WIB

Umat Buddha Papua Gelar Doa Serentak untuk Bangsa, Kemenag Ajak Perkuat Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya