Dharma Wanita Kota Jayapura Didorong Jadi Pelopor Kerukunan di Tengah Keberagaman

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai-nilai toleransi, dan membangun keluarga yang mampu menghargai perbedaan. Karena itu, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) diharapkan menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Ani Matdoan, saat menjadi narasumber dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kota Jayapura yang berlangsung di Aula Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (26/6/2026).

Dalam pemaparannya, Ani Matdoan mengajak para anggota DWP untuk memahami moderasi beragama sebagai upaya membangun sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan, tanpa harus meninggalkan keyakinan yang dianut masing-masing.

Menurutnya, masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama membutuhkan cara pandang yang seimbang agar kehidupan bersama tetap terjaga dengan baik.

“Kerukunan tidak lahir begitu saja. Kerukunan harus dirawat melalui sikap saling menghormati, saling memahami, dan kesediaan untuk hidup berdampingan dalam perbedaan,” ujarnya.

Ani menjelaskan bahwa perempuan memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter keluarga. Nilai-nilai toleransi, empati, dan penghormatan terhadap keberagaman umumnya mulai ditanamkan dari lingkungan rumah tangga.

Baca Juga :  BAZNAS Kota Jayapura Perkuat Akuntabilitas, Laporan Program Jayapura Cerdas Diserahkan ke Kemenag

Karena itu, ia mengajak para anggota Dharma Wanita untuk menjadi agen perdamaian yang mampu menanamkan sikap terbuka kepada anak-anak dan keluarga sejak usia dini.

“Ketika keluarga dibangun dengan nilai kasih sayang, saling menghormati, dan menghargai keberagaman, maka masyarakat yang rukun juga akan terbentuk dengan sendirinya,” katanya.

Selain di lingkungan keluarga, Ani menilai peran perempuan juga sangat penting dalam organisasi dan lingkungan sosial. Ia mendorong anggota DWP untuk terus memperkuat budaya kebersamaan, memperluas ruang dialog, serta menghindari sikap eksklusif yang dapat memicu sekat-sekat sosial.

Menurutnya, organisasi perempuan memiliki potensi besar menjadi ruang pembelajaran yang menumbuhkan solidaritas dan persaudaraan lintas latar belakang.

Dalam kesempatan itu, Ani juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi informasi yang sering kali menjadi sarana penyebaran informasi yang belum tentu benar. Ia mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang dapat memecah persatuan.

“Media sosial harus digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif, mempererat persaudaraan, dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Jangan sampai justru menjadi sarana yang memperkeruh suasana,” tegasnya.

Baca Juga :  Perkuat Layanan Keagamaan di Wilayah Perbatasan, Kabid Bimas Islam Kemenag Tinjau KUA Okaba Merauke

Ia menambahkan bahwa penguatan moderasi beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum perempuan dan organisasi kemasyarakatan.

Melalui peran yang dimiliki dalam keluarga, organisasi, dan masyarakat, anggota Dharma Wanita dinilai mampu menjadi motor penggerak dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis.

Ani berharap para anggota DWP Kota Jayapura dapat terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta menghadirkan kesejukan di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

Kegiatan yang digagas Dharma Wanita Persatuan Kota Jayapura tersebut berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme peserta. Selain menjadi ruang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai moderasi beragama bagi keluarga ASN di Kota Jayapura.

Dengan semakin kuatnya pemahaman tentang moderasi beragama, diharapkan anggota Dharma Wanita mampu berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang rukun, toleran, serta harmonis.(Rilis)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban
Semangat Merah Putih Satukan Karyawan dan Siswa PKL Indografika-Bagaya di Pantai Hamadi
Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat
Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap
Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat
Terendam Banjir 1,3 Meter Selama Enam Bulan, MI Ma’arif Mappi Butuh Gedung Baru
Imigrasi Jayapura Deportasi Pasutri Tiongkok, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Berburu Satwa Dilindungi
Merah Putih Menghiasi Mumugu, Satgas Yonif 300 dan Warga Rayakan HUT RI ke-81 dengan Gotong Royong

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Semangat Merah Putih Satukan Karyawan dan Siswa PKL Indografika-Bagaya di Pantai Hamadi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Jelang Maulid Nabi, Kemenag Papua Gerakkan Selawat Kebangsaan dan Khataman Dalail Khairat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Maniap Kogoya Gugat Proses Pengisian Wabup Nduga ke PTUN, Tim Hukum Klaim Bukti Lengkap

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Dari Skouw, Mama Papua Bergerak untuk Masa Depan Anak yang Lebih Sehat

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya