Diserang Hoaks, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Zero Tolerance untuk Kekerasan Seksual

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar angkat bicara terkait maraknya konten disinformasi dan hoaks di media sosial yang sengaja diframing untuk menyerang dirinya. Menag menegaskan bahwa posisinya sangat clear: tidak ada ruang sedikit pun bagi pelaku kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan keagamaan maupun pendidikan.

Pernyataan tegas ini disampaikan Menag di Jakarta pada Rabu (6/5/2026), sekaligus merespons serangan siber yang mencoba mengaburkan komitmen Kementerian Agama dalam pemberantasan kekerasan seksual.

Komitmen Moral: Menolak Segala Bentuk Pelecehan

Menag menyatakan bahwa tindakan kekerasan seksual—baik secara fisik, verbal, maupun seksual—merupakan pelanggaran berat terhadap nilai kemanusiaan dan moralitas agama.

“Sikap saya terkait tindak kekerasan seksual itu jelas dan tegas. Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Baca Juga :  Biaya Haji 2025 Turun, Kemenag Dapat 221.000 kuota Jemaah Haji

Ia juga menambahkan bahwa perlawanan terhadap kekerasan seksual bukan sekadar tugasnya sebagai menteri, melainkan kewajiban etis sebagai sesama manusia.

“Saya tidak hanya sebagai Menteri Agama, tapi sebagai seorang manusia juga menyatakan semua yang bertentangan dengan moralitas itu harus menjadi musuh bersama,” sambungnya.

Bentuk Satuan Khusus Awasi Pondok Pesantren

Menanggapi kekhawatiran publik, Kementerian Agama bergerak cepat dengan memperkuat regulasi serta pengawasan di lapangan. Lembaga pendidikan agama, khususnya pondok pesantren, kini menjadi fokus utama pembenahan sistem keamanan santri.

Kemenag mengambil langkah konkret melalui strategi berikut:

Penguatan Regulasi: Memperketat mekanisme pembinaan dan pengawasan di seluruh satuan pendidikan keagamaan.

Pembentukan Satuan Khusus: Kemenag telah membentuk Satuan Pembinaan Pondok Pesantren.

Baca Juga :  Tokoh Adat Kampung Waena Salurkan Sembako Natal kepada Mahasiswa Lanny Jaya

Kolaborasi Lintas Sektor: Satuan khusus ini akan bekerja sama langsung dengan para pimpinan pondok pesantren untuk mengawasi aktivitas harian dan mendeteksi dini segala bentuk penyimpangan.

“Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar, harus menjadi contoh masyarakat yang ideal,” tegas Menag.

Cerdas Bermedsos: Saring Sebelum Sharing

Di akhir pernyataannya, Menag mengimbau masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi hoaks yang bertebaran di media sosial. Di era digital yang dinamis ini, saring informasi adalah kunci menjaga kondusivitas.

“Mari menjadi pemutus rantai hoaks dengan saring sebelum sharing. Cerdas bermedia sosial adalah cara kita menjaga kedamaian untuk sesama,” pungkasnya.(Rilis)

Berita Terkait

Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua
Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis
Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027
Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik
Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif
Rakerda LPTQ Papua Sepakati Arah Baru Pembinaan Qurani dan Penguatan Kelembagaan
MTQ Papua Perkuat Peran Syarhil Al-Qur’an sebagai Media Dakwah Generasi Muda
BMP RI: Kasus Pembakaran Pesawat di Yahukimo Harus Diusut Hingga Tuntas

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 06:44 WIB

Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:21 WIB

Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:09 WIB

Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:32 WIB

Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:16 WIB

Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya