Jayapura,Papuaterdepan.com – Sebanyak 28 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua resmi mengemban tugas baru sebagai pejabat fungsional ahli pertama. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperkuat kualitas aparatur dan mendorong lahirnya SDM profesional di berbagai bidang strategis.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, serta diikuti ASN dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Papua secara luring dan daring.
Dalam sambutannya, Klemens menegaskan bahwa pejabat fungsional memiliki peran penting dalam mendukung transformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Karena itu, ASN yang dilantik diminta tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi mampu menjadi motor penggerak perubahan di unit kerja masing-masing.
“Jabatan fungsional adalah ruang pengabdian berbasis keahlian. Di sinilah kompetensi dan profesionalisme ASN diuji untuk memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Klemens, kebutuhan tenaga profesional di lingkungan Kementerian Agama semakin besar seiring perkembangan teknologi, tuntutan tata kelola pemerintahan yang baik, serta meningkatnya kebutuhan layanan masyarakat yang cepat dan berkualitas.
Ia menilai kehadiran pejabat fungsional di bidang keuangan, teknologi informasi, statistik, kehumasan, perpustakaan, sumber daya manusia, hingga pendidikan akan memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan berbagai program pelayanan keagamaan.
“Kita membutuhkan ASN yang mampu bekerja berdasarkan kompetensi dan menghasilkan kinerja yang terukur. Karena itu, jabatan fungsional harus dimanfaatkan sebagai wadah untuk terus berkembang,” katanya.
Klemens juga mengingatkan bahwa karier ASN tidak berhenti pada jenjang Ahli Pertama. Para pejabat yang baru dilantik didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun rekam jejak kinerja yang baik agar dapat mencapai jenjang jabatan yang lebih tinggi.
Menurutnya, pengembangan kapasitas SDM menjadi salah satu kunci keberhasilan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Selain itu, ia meminta para pejabat fungsional untuk aktif berinovasi dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi satuan kerja masing-masing.
“Jangan hanya menjadi pelaksana tugas. Jadilah ASN yang mampu memberikan gagasan, menciptakan terobosan, dan menghadirkan perubahan positif,” tegasnya.
Klemens menambahkan, sebagian besar ASN yang dilantik merupakan generasi muda yang memiliki potensi besar untuk memperkuat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama Papua.
Dengan semangat baru tersebut, ia berharap para pejabat fungsional dapat menjadi aset organisasi yang mampu mempercepat peningkatan kualitas layanan serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.
Pelantikan 28 pejabat fungsional ahli pertama itu sekaligus menjadi langkah strategis Kementerian Agama Papua dalam menyiapkan aparatur yang adaptif, kompeten, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.(Rilis)









