JAYAPURA,Papuaterdepan.com— Ondoafi Kampung Skouw Sae, David Donny Lomo, mengajak generasi muda Papua menjaga warisan adat, mempererat persaudaraan, dan berperan aktif menciptakan kehidupan masyarakat yang aman serta damai.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan bakti sosial memperingati Hari Sumpah Pemuda di kediaman Ondoafi Kampung Skouw Sae, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri tokoh adat dan masyarakat setempat itu mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan dan Membangun Kampung Damai”.
David Donny Lomo mengatakan, semangat Sumpah Pemuda harus menjadi pedoman bagi generasi muda dalam membangun persatuan dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, perbedaan suku, bahasa, dan budaya bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan menjaga keutuhan bangsa.
Ia menekankan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab besar dalam meneruskan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur, termasuk menghormati orang tua, menghargai tokoh adat, serta menjaga identitas budaya Papua.
“Adat mengajarkan kita tentang kebersamaan, saling menghormati, gotong royong, dan hidup dalam kedamaian. Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita melupakan identitas dan jati diri sebagai masyarakat yang memiliki adat dan budaya,” ujarnya.
David juga mengingatkan bahwa kemajuan generasi muda harus berjalan beriringan dengan pelestarian adat. Menurutnya, pemuda tidak hanya menjadi penerus pembangunan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Ia menilai, semangat persatuan tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata, tetapi perlu dibuktikan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, kegiatan bakti sosial menjadi salah satu sarana menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat semangat gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun hubungan harmonis antara pemuda, tokoh adat, dan masyarakat.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, mari kita buktikan bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti membantu sesama, menjaga kebersihan lingkungan, dan membangun hubungan yang baik antara pemuda, tokoh adat, serta masyarakat,” katanya.
Ia berharap generasi muda Kampung Skouw Sae terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan dan menciptakan lingkungan yang damai. Dengan demikian, adat dan budaya tetap terpelihara, sementara kehidupan masyarakat semakin kuat dalam semangat persaudaraan.
“Pemuda adalah penerus masa depan, sedangkan adat merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga,” pesannya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ondoafi bersama tokoh adat dan masyarakat turut mengucapkan ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan oleh seorang tokoh pemuda.
Kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam merawat adat, menjaga persaudaraan, dan membangun Kampung Skouw Sae sebagai lingkungan yang menjunjung tinggi persatuan serta kedamaian. (Redaksi)









