Kakanwil Kemenag Papua: Tugas di Pedalaman Bukan Hukuman, Tapi Pembentukan Karakter

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua Klemens Taran menegaskan bahwa penugasan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah pedalaman atau terpencil bukanlah sebuah hukuman, melainkan proses penting dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan.

“Berdinas di pedalaman itu bukan hukuman, tapi proses menyiapkan masa depan. Banyak pemimpin lahir dari pengalaman medan yang tidak mudah,” kata Klemens Taran saat memberikan pembinaan ASN di Kantor Perwakilan Kemenag Kabupaten Memberamo Raya, Kamis (8/1).

Pernyataan tersebut disampaikan Klemens dalam rangkaian kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas dan Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua Serahkan SK Kenaikan Pangkat: Ingatkan Rahasia Jabatan dan Kesiapan Mutasi

Menurut Klemens, pengalaman bertugas di daerah dengan keterbatasan fasilitas justru menjadi modal penting dalam jenjang karier seorang ASN.

Selain menyoroti mentalitas kerja, Kakanwil juga mengapresiasi Kankemenag Memberamo Raya yang dinilai progresif karena berhasil masuk dalam penilaian Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK).

“Daerah kota dengan fasilitas lengkap belum tentu masuk (penilaian), tapi Memberamo Raya bisa. Ini bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk tidak berprestasi,” ujarnya.

Terkait pengelolaan anggaran, Klemens mengingatkan agar DIPA 2026 segera dipelajari dan dilaksanakan secara tertib, akuntabel, serta selaras dengan perjanjian kinerja, terutama pos anggaran yang menyentuh langsung pelayanan keagamaan.

Baca Juga :  Pembimas Buddha Papua Ajak Umat Tebarkan Cinta Kasih dan Kedamaian

Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Memberamo Raya Fransina Dimara melaporkan bahwa saat ini pihaknya memiliki 30 pegawai yang terdiri dari PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu.

Fransina menyebutkan sejumlah agenda strategis yang tengah diupayakan di wilayahnya, antara lain pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), penguatan program Desa Sadar Kerukunan, serta rencana pendirian Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK).

“Kami sadar banyak keterbatasan, tetapi kami berkomitmen untuk terus bekerja, melapor, dan melayani negara dengan sungguh-sungguh,” kata Fransina.(Rilis)

Berita Terkait

Kejati Papua Sabet Juara Nasional Bidang Intelijen, Raih Skor 1.087
Kajati Papua Rotasi Aspidsus hingga Kajari, Fokus Perkuat Penegakan Hukum di Papua
Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo
Dari Papan Catur Menuju Prestasi, KOGERCEP Siapkan Atlet Muda Papua
100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI
Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia
Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Matangkan Persiapan untuk 100 Ribu Peserta di Monas
Kemenag Papua Dorong Umat Beragama Jadikan Doa sebagai Energi Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Kejati Papua Sabet Juara Nasional Bidang Intelijen, Raih Skor 1.087

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Kajati Papua Rotasi Aspidsus hingga Kajari, Fokus Perkuat Penegakan Hukum di Papua

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, KOGERCEP Siapkan Atlet Muda Papua

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:07 WIB

Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya