Jayapura,Papuaterdepan.com – Pembimbing Zakat dan Wakaf (Zawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Rita Wahyuningsih, menyatakan dukungannya terhadap program Wakaf Sumur Bor yang digagas oleh Dompet Dhuafa Papua di Masjid Quba Skyline, Kota Jayapura.
“Kolaborasi ini penting agar wakaf tidak hanya berhenti pada aspek ibadah, tetapi juga mampu menjadi instrumen ekonomi yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” kata Rita Wahyuningsih di Jayapura, Rabu (7/1).
Pernyataan tersebut disampaikan Rita saat meninjau langsung lokasi pengerjaan sumur bor bersama tim Kemenag Papua. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Papua Tumijan dan Imam Masjid Quba Skyline Kamris Lasuliha.
Rita berharap program ini dapat memicu kolaborasi yang lebih luas dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya melalui program pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf produktif.
Selain menyoroti aspek pemberdayaan, Pembimbing Zawa juga mendorong pengurus masjid untuk segera mengurus legalitas aset wakaf.
“Kami mendorong agar proses sertifikasi tanah wakaf Masjid Quba Skyline secepatnya diurus di Kantor ATR/BPN Kota Jayapura, apalagi Akta Ikrar Wakaf (AIW)-nya sudah terbit,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LKC Dompet Dhuafa Papua, Tumijan, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk investasi akhirat. Pihaknya juga berencana mengembangkan fasilitas air bersih di lokasi tersebut.
“Kami memiliki program Wakaf Sumur Bor yang bertempat di Masjid Quba Skyline dan rencananya akan menambah dua tandon lagi,” kata Tumijan.
Ia menambahkan, hal ini akan menjadi salah satu amalan jariyah dengan pahala abadi, serta menjadi solusi kebutuhan air yang berkelanjutan bagi jemaah dan warga sekitar.
“Sejauh ini, proses pengerjaan sumur bor sudah mencapai kedalaman 12 meter,” katanya.(Rilis)









