Kolaborasi Kemenag dan Dompet Dhuafa Hadirkan Wakaf Sumur Bor di Jayapura

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com – Pembimbing Zakat dan Wakaf (Zawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Rita Wahyuningsih, menyatakan dukungannya terhadap program Wakaf Sumur Bor yang digagas oleh Dompet Dhuafa Papua di Masjid Quba Skyline, Kota Jayapura.

“Kolaborasi ini penting agar wakaf tidak hanya berhenti pada aspek ibadah, tetapi juga mampu menjadi instrumen ekonomi yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” kata Rita Wahyuningsih di Jayapura, Rabu (7/1).

Pernyataan tersebut disampaikan Rita saat meninjau langsung lokasi pengerjaan sumur bor bersama tim Kemenag Papua. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Papua Tumijan dan Imam Masjid Quba Skyline Kamris Lasuliha.

Baca Juga :  Kemenag Dukung Cek Kesehatan Gratis bagi 12,5 Juta Siswa Lintas Agama

Rita berharap program ini dapat memicu kolaborasi yang lebih luas dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya melalui program pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf produktif.

Selain menyoroti aspek pemberdayaan, Pembimbing Zawa juga mendorong pengurus masjid untuk segera mengurus legalitas aset wakaf.

“Kami mendorong agar proses sertifikasi tanah wakaf Masjid Quba Skyline secepatnya diurus di Kantor ATR/BPN Kota Jayapura, apalagi Akta Ikrar Wakaf (AIW)-nya sudah terbit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LKC Dompet Dhuafa Papua, Tumijan, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk investasi akhirat. Pihaknya juga berencana mengembangkan fasilitas air bersih di lokasi tersebut.

Baca Juga :  LPMQ hadirkan program Tadarus Al-Qur’an Inklusi

“Kami memiliki program Wakaf Sumur Bor yang bertempat di Masjid Quba Skyline dan rencananya akan menambah dua tandon lagi,” kata Tumijan.

Ia menambahkan, hal ini akan menjadi salah satu amalan jariyah dengan pahala abadi, serta menjadi solusi kebutuhan air yang berkelanjutan bagi jemaah dan warga sekitar.

“Sejauh ini, proses pengerjaan sumur bor sudah mencapai kedalaman 12 meter,” katanya.(Rilis)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya