JAYAPURA,Papuaterdepan.com– Upaya menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Kota Jayapura terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempererat koordinasi antara Kementerian Agama dan aparat penegak hukum dalam mengantisipasi berbagai dinamika sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Ani Matdoan, S.Ag., M.M., dalam Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) yang diselenggarakan Kejaksaan Negeri Jayapura, Rabu (19/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Jayapura itu dihadiri sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki tugas dalam pembinaan, pengawasan, dan pemeliharaan kerukunan masyarakat. Dari Kemenag Kota Jayapura, turut hadir para pejabat struktural serta penyelenggara keagamaan.
Ani Matdoan mengatakan koordinasi antarlembaga menjadi instrumen penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Menurutnya, perkembangan informasi yang semakin cepat menuntut seluruh pihak untuk membangun komunikasi yang efektif agar berbagai persoalan dapat disikapi secara tepat dan proporsional.
“Kehidupan masyarakat yang rukun tidak dapat dibangun oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kerja sama, komunikasi, dan kesamaan langkah dari seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab menjaga ketenteraman masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam melakukan pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, serta mendorong terciptanya ruang dialog yang sehat di tengah keberagaman.
Melalui forum Pakem, berbagai instansi dapat saling bertukar informasi dan memperkuat koordinasi dalam merespons isu-isu yang berkaitan dengan aliran kepercayaan maupun kehidupan keagamaan di masyarakat.
Selain menjadi wadah koordinasi, forum tersebut juga diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi gesekan sosial yang dapat mengganggu stabilitas daerah. Dengan keterlibatan berbagai unsur, setiap persoalan dapat ditangani secara terukur dan mengedepankan pendekatan persuasif.
Kemenag Kota Jayapura menilai sinergi yang terbangun melalui Rakor Pakem menjadi modal penting untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kota Jayapura yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku, budaya, dan agama.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, seluruh pihak diharapkan dapat terus menjaga suasana yang aman, damai, dan harmonis sehingga kehidupan bermasyarakat dapat berlangsung dengan baik serta saling menghormati dalam keberagaman.(Rilis)









