Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif

- Redaksi

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sentani,Papuaterdepan.com- Perkembangan pembinaan hafalan Al-Qur’an di Papua dinilai semakin menunjukkan hasil positif, ditandai dengan meningkatnya kemampuan peserta Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) yang tampil pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua di Kabupaten Jayapura.

Ketua Majelis Dewan Hakim MHQ MTQ XXXI Papua H. Ayub Fachrudin mengatakan peningkatan kualitas peserta terlihat pada hampir seluruh kategori yang diperlombakan, mulai dari hafalan 1 juz hingga 20 juz.

“Kami melihat adanya perkembangan yang cukup baik. Kemampuan peserta dari berbagai kabupaten dan kota semakin kompetitif, bahkan selisih kualitas antar-daerah semakin tipis dibandingkan beberapa tahun lalu,” kata Ayub di Sentani, Kamis.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pembinaan yang dilakukan melalui rumah tahfiz, taman pendidikan Al-Qur’an, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan Islam di daerah mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas generasi penghafal Al-Qur’an.

Ia menjelaskan cabang Musabaqah Hifzhil Qur’an merupakan salah satu cabang yang menuntut kesiapan peserta secara menyeluruh karena tidak hanya mengandalkan kemampuan menghafal, tetapi juga ketepatan bacaan sesuai kaidah tajwid dan kefasihan membaca ayat suci Al-Qur’an.

Baca Juga :  Pesan Persatuan Warnai Penyaluran Sembako Natal Ondofolo Yoka di Jayapura

Dalam proses penilaian, dewan hakim memberikan perhatian utama pada kelancaran hafalan peserta, kemampuan menyambung ayat, ketepatan menjawab pertanyaan, serta konsistensi dalam menjaga kualitas bacaan.

Selain itu, aspek tajwid dan fashahah menjadi unsur penting untuk memastikan peserta tidak hanya hafal, tetapi juga mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah yang berlaku.

Khusus kategori hafalan 1 juz dan 5 juz, peserta juga dinilai dari kualitas lagu dan suara saat membacakan ayat Al-Qur’an. Sementara pada kategori 10 juz dan 20 juz, penilaian lebih difokuskan pada kekuatan hafalan dan ketelitian bacaan.

Ayub mengatakan profesionalisme penilaian menjadi salah satu hal yang dijaga selama pelaksanaan MTQ. Untuk itu, setiap hakim diberikan tugas sesuai bidang masing-masing sehingga proses penilaian berlangsung lebih objektif.

Selain pembagian tugas yang jelas, sistem penilaian juga didukung teknologi digital yang memungkinkan setiap nilai tercatat secara langsung sehingga meningkatkan transparansi dalam proses penjurian.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin dianugrahi Gelar Doctor of Divinity di Kampus Hartford International University

Menurut dia, hasil penilaian dewan hakim tidak hanya digunakan untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi LPTQ Papua dalam mempersiapkan peserta menghadapi MTQ tingkat nasional.

“Setiap peserta memiliki kelebihan dan kekurangan. Catatan-catatan dari dewan hakim nantinya dapat menjadi bahan pembinaan lanjutan agar kemampuan mereka semakin meningkat,” ujarnya.

Ia berharap peningkatan kualitas peserta yang terlihat pada MTQ tahun ini dapat menjadi motivasi bagi daerah untuk terus memperkuat pembinaan tahfiz Al-Qur’an secara berkelanjutan.

Menurut dia, pembinaan tidak boleh berhenti setelah MTQ selesai, melainkan harus dilanjutkan melalui program pelatihan yang terstruktur agar lahir lebih banyak hafiz dan hafizah yang mampu berprestasi sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.

Cabang Musabaqah Hifzhil Qur’an MTQ XXXI Papua diikuti peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua. Setelah melalui babak penyisihan, peserta terbaik pada masing-masing kategori akan melaju ke babak final untuk memperebutkan gelar juara tingkat provinsi.(Rilis)

Berita Terkait

Kejati Papua Sabet Juara Nasional Bidang Intelijen, Raih Skor 1.087
Kajati Papua Rotasi Aspidsus hingga Kajari, Fokus Perkuat Penegakan Hukum di Papua
Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo
Dari Papan Catur Menuju Prestasi, KOGERCEP Siapkan Atlet Muda Papua
100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI
Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia
Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Matangkan Persiapan untuk 100 Ribu Peserta di Monas
Kemenag Papua Dorong Umat Beragama Jadikan Doa sebagai Energi Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Kejati Papua Sabet Juara Nasional Bidang Intelijen, Raih Skor 1.087

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Kajati Papua Rotasi Aspidsus hingga Kajari, Fokus Perkuat Penegakan Hukum di Papua

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, KOGERCEP Siapkan Atlet Muda Papua

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:07 WIB

Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya