Jayapura,Papuaterdepan.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui kegiatan pembinaan yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta pegawai di lingkungan Kemenag Kota Jayapura.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Senin (29/6/2026), dipimpin langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Ani Matdoan, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Ebert Sanyi.
Dalam kesempatan tersebut, Ani Matdoan menegaskan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat etika kerja, dan membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, transformasi birokrasi yang sedang dijalankan pemerintah membutuhkan dukungan seluruh aparatur melalui perubahan pola pikir dan pola kerja yang lebih efektif, profesional, serta berintegritas.
“Peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari kualitas sumber daya manusianya. ASN harus mampu menjadi motor penggerak perubahan sekaligus teladan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” ujar Ani.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan ASN tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap regulasi dan kebijakan pemerintah, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dalam pembinaan tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait nilai dasar ASN BerAKHLAK yang menjadi pedoman perilaku aparatur pemerintah. Selain itu, ASN juga diberikan pemahaman mengenai pembangunan Zona Integritas, penguatan moderasi beragama, budaya kerja Kementerian Agama, serta arah pembangunan dan program prioritas Kementerian Agama beberapa tahun ke depan.
Ani menilai, pemahaman terhadap berbagai kebijakan strategis tersebut penting agar seluruh pegawai memiliki visi yang sama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang berkualitas.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pembinaan tersebut adalah pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Menurutnya, keberhasilan program tersebut harus tercermin dalam perilaku kerja sehari-hari, bukan sekadar pemenuhan dokumen administrasi.
“Reformasi birokrasi harus dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang lebih cepat, lebih transparan, dan lebih akuntabel. Itu hanya bisa terwujud apabila seluruh pegawai memiliki komitmen yang sama,” katanya.
Selain itu, Ani juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Sebagai ASN Kementerian Agama, pegawai diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang harmonis, menghargai perbedaan, dan memperkuat semangat moderasi beragama.
Ia menekankan bahwa peran ASN tidak hanya terbatas pada tugas administrasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan kesejukan dan memperkuat semangat toleransi. Karena itu, ASN harus menjadi contoh dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan,” tegasnya.
Pembinaan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh semangat. Para peserta diajak untuk memahami berbagai tantangan birokrasi modern sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Jayapura berharap seluruh ASN semakin siap menghadapi tantangan pelayanan publik yang terus berkembang, sekaligus mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, efektif, dan terpercaya.(Rilis)









