Kemenag Papua Bekali Pemuda Lintas Agama Kurikulum Cinta dan Sistem Peringatan Dini Konflik

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua membekali tokoh pemuda lintas agama di Kota Jayapura dengan Kurikulum Cinta dan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini konflik sosial berdimensi keagamaan, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja ini digelar oleh Tim Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) serta Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Papua sebagai upaya memperkuat moderasi beragama dan mencegah konflik sosial sejak dini.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Pdt. Klemens Taran, mengatakan pemuda lintas agama memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat majemuk seperti Jayapura.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua Ajak Pelajar Bangun Budaya Sekolah Tanpa Perundungan

“Moderasi beragama adalah kunci menjaga keseimbangan. Jika keseimbangan ini terganggu, maka yang terdampak adalah kehidupan sosial secara luas,” ujar Klemens saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan Kurikulum Cinta menekankan nilai kasih, empati, keadilan, penghargaan terhadap perbedaan, serta sikap anti-diskriminasi. Sementara EWS berfungsi sebagai alat deteksi dini potensi konflik sosial yang berlatar belakang keagamaan.

Menurut Klemens, perbedaan merupakan anugerah yang harus dikelola secara bijak agar menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Karena itu, ia mendorong pemuda lintas iman untuk aktif membangun komunikasi dan jejaring kolaborasi.

Sementara itu, Ketua Tim Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Papua sekaligus Ketua Panitia, Elisabeth Maru Toding Bunga, menyebut kegiatan ini bertujuan membentuk pemuda sebagai agen perdamaian.

Baca Juga :  Serahkan SK kenaikan pangkat, Kemenag Jayapura dorong peningkatan pelayanan

“Pemuda diharapkan mampu mengenali potensi konflik sejak dini dan berperan aktif merawat kerukunan umat beragama,” katanya.

Kegiatan ini diikuti 30 tokoh pemuda lintas agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang agama turut hadir untuk memaparkan Kurikulum Cinta dan EWS dari perspektif masing-masing ajaran.

Melalui sosialisasi ini, Kanwil Kemenag Papua berharap pemuda lintas agama dapat menjadi pelopor perdamaian dan berkontribusi menjaga stabilitas sosial serta keharmonisan kehidupan beragama di Kota Jayapura.(Rilis)

Berita Terkait

Pemkot Jayapura Data Warga Koya Tengah dari Rumah ke Rumah, Pastikan Program Tepat Sasaran
Pemuda Papua di Angkasa Mulai Garap Tomat dan Rica untuk Kemandirian Ekonomi
Setetes Darah Prajurit untuk Sesama, Yonif TP 810/BEM Hadir dalam Aksi Sosial
Casis Kodaeral X Jayapura Perkuat Stamina Lewat Pembinaan Fisik Terukur
Polemik Wakil Bupati Nduga Bergulir ke PTUN, Majelis Hakim Disebut Siapkan Penundaan Pelantikan
Yonif TP 810/BEM Bekali Siswa SMA Rajawali Hawai Wawasan Kebangsaan dan Disiplin
Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama
Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Pemkot Jayapura Data Warga Koya Tengah dari Rumah ke Rumah, Pastikan Program Tepat Sasaran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemuda Papua di Angkasa Mulai Garap Tomat dan Rica untuk Kemandirian Ekonomi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Setetes Darah Prajurit untuk Sesama, Yonif TP 810/BEM Hadir dalam Aksi Sosial

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Casis Kodaeral X Jayapura Perkuat Stamina Lewat Pembinaan Fisik Terukur

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Polemik Wakil Bupati Nduga Bergulir ke PTUN, Majelis Hakim Disebut Siapkan Penundaan Pelantikan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya