Kemenag Papua Dorong PMPZI Tak Sekadar Administrasi, Eviden Harus Buktikan Perubahan

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,Papuaterdepan.com– Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua mendorong seluruh satuan kerja memperbaiki kualitas pelaksanaan pembangunan Zona Integritas dengan memastikan setiap dokumen pendukung Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) benar-benar mencerminkan perubahan kinerja.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua, Gatut Aryoko, saat membuka Bimbingan Teknis PMPZI yang berlangsung di Aula Sasana Krida Bhakti Kanwil Kemenag Papua, 19–21 Agustus 2026.

Gatut menegaskan, keberadaan eviden dalam PMPZI tidak boleh dipandang hanya sebagai persyaratan administratif. Setiap dokumen harus menjadi bukti bahwa program pembenahan birokrasi benar-benar dilaksanakan dan memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan.

“PMPZI bukan kegiatan mengunggah dokumen atau sekadar memenuhi eviden. Eviden harus menjadi gambaran nyata dari proses perubahan dan perbaikan yang dilakukan setiap satuan kerja,” ujarnya.

Ia meminta pengelola PMPZI memastikan seluruh dokumen yang diunggah memiliki keterkaitan dengan program yang dilaksanakan, diperbarui secara berkala, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Gatut, pembangunan Zona Integritas merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih bersih, transparan, efektif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan agar tanggung jawab pembangunan ZI tidak hanya dibebankan kepada operator PMPZI. Pimpinan dan seluruh pegawai pada masing-masing satuan kerja harus memiliki komitmen yang sama untuk melakukan pembenahan.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua Tekankan Pentingnya Komunikasi Internal dan Respons Cepat ASN

“Keberhasilan pembangunan ZI bukan hanya tanggung jawab operator atau pimpinan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Diperlukan komitmen, kerja sama, konsistensi, dan semangat untuk terus melakukan perbaikan,” katanya.

Bimtek tersebut digelar setelah Kanwil Kemenag Papua melakukan monitoring terhadap pengisian PMPZI pada satuan kerja binaan. Dari hasil evaluasi, masih ditemukan sejumlah satker yang belum memenuhi standar eviden, baik dari sisi kelengkapan maupun kualitas, relevansi, kesesuaian, dan keterkinian dokumen.

Ketua Tim Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Papua, Elisabeth Maru Toding Bunga, mengatakan kondisi tersebut menjadi alasan penting dilaksanakannya pendampingan secara langsung kepada para pengelola PMPZI.

“Pemenuhan eviden merupakan salah satu bagian penting dalam mengukur keberhasilan pelaksanaan pembangunan Zona Integritas,” jelasnya.

Bimtek tidak hanya diarahkan untuk mengejar kelengkapan dokumen. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai indikator penilaian, cara menentukan eviden yang tepat, pembaruan dokumen, serta penyelesaian berbagai kendala teknis dalam pengisian PMPZI.

Selain itu, kegiatan menjadi ruang untuk mengevaluasi penerapan enam area perubahan yang menjadi bagian penting dalam pembangunan Zona Integritas.

Baca Juga :  Wapres Gibran Resmi Buka Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Gaungkan Pesan Damai dari Tanah Papua

Pelaksanaan kegiatan mengacu pada PermenPANRB Nomor 90 Tahun 2021 serta Instruksi Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2025 tentang tindak lanjut Reformasi Birokrasi Kementerian Agama 2025–2029.

Salah satu arah kebijakan yang didorong Kementerian Agama adalah gerakan **One Year – One Kanwil – One WBK**, yang menargetkan adanya satuan kerja di setiap wilayah yang mampu meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) setiap tahun.

Sebanyak **62 peserta** mengikuti bimtek secara luring dan daring. Peserta berasal dari Kantor Kemenag kabupaten/kota serta satuan pendidikan keagamaan negeri di Papua.

Kegiatan melibatkan pengelola PMPZI dari Kankemenag Mimika, Intan Jaya, Nduga, Dogiyai, Paniai, Yalimo, Jayawijaya, Puncak Jaya, Tolikara, Keerom, Pegunungan Bintang, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura. Sejumlah madrasah dan satuan pendidikan keagamaan negeri juga turut berpartisipasi.

Kanwil Kemenag Papua berharap penguatan PMPZI dapat mendorong perubahan yang lebih konkret di setiap satuan kerja. Dengan demikian, pembangunan Zona Integritas tidak berhenti pada capaian administratif, tetapi menghasilkan birokrasi yang berintegritas serta pelayanan publik yang semakin mudah, transparan, dan berkualitas bagi masyarakat.(Rilis)

Berita Terkait

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga
SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura
Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura
Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Jayapura Ajak ASN Pisahkan Urusan Pribadi dan Kedinasan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:36 WIB

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga

Rabu, 2 September 2026 - 15:19 WIB

SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura

Rabu, 2 September 2026 - 08:16 WIB

Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya